Mimbar Jum’at : Bersegera Sebelum Tertutupnya Pintu-Pintu Kesempatan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Di hamparan waktu yang terus berjalan, manusia sering terlena. Hari berganti tanpa makna, usia berkurang tanpa terasa. Kita menunda, seolah hidup ini panjang tanpa batas, seolah kesempatan akan selalu datang tanpa henti. Padahal, waktu adalah amanah yang tak pernah kembali. Ia berlari, dan kita sering tertinggal.
Dengarlah panggilan penuh kasih dari Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, sebuah peringatan yang lembut namun mengguncang jiwa:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ سَبْعًا، هَلْ تَنْتَظِرُونَ إِلَّا فَقْرًا مُنْسِيًا، أَوْ غِنًى مُطْغِيًا، أَوْ مَرَضًا مُفْسِدًا، أَوْ هَرَمًا مُفَنِّدًا، أَوْ مَوْتًا مُجْهِزًا، أَوِ الدَّجَّالَ فَشَرُّ غَائِبٍ يُنْتَظَرُ، أَوِ السَّاعَةَ فَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمَرُّ.

Baca Juga :  MIMBAR JUM'AT : Takwa - Makna dan 7 Jalan Menuju Kepadanya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

“Bersegeralah kalian melakukan amal sebelum datang tujuh perkara: kemiskinan yang melalaikan, atau kekayaan yang membuat sombong, atau penyakit yang merusak, atau usia tua yang melemahkan, atau kematian yang datang tiba-tiba, atau Dajjal, seburuk-buruk yang dinanti, atau Hari Kiamat, dan Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.”

Betapa dalam makna sabda ini… Ia bukan sekadar kata, melainkan seruan agar hati terbangun dari kelalaian.

Berapa banyak niat baik yang kita tunda?
Berapa banyak amal yang kita katakan, “nanti saja…”?
Padahal bisa jadi, “nanti” adalah kata yang tak pernah sempat terucap lagi.

Baca Juga :  KHUTBAH JUMAT : Belajar dari Tiga Tempat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc*)

Hari ini kita sehat, namun esok penyakit bisa melemahkan langkah kita.
Hari ini kita lapang, namun esok kesempitan bisa menyibukkan hati kita.
Hari ini kita muda, namun usia tua menunggu tanpa bisa ditolak.

Dan kematian, ia tidak pernah membuat janji terlebih dahulu.

Jangan tunggu sempurna untuk taat. Jangan tunggu lapang untuk bersedekah. Jangan tunggu tua untuk bertobat. Karena jalan menuju Allah bukan untuk mereka yang menunggu,
tetapi untuk mereka yang bersegera.

Mari bersegeralah…
Sebelum kaki tak lagi kuat berdiri dalam shalat. Sebelum lisan tak lagi fasih berdzikir. Sebelum mata tak lagi mampu menangis karena-Nya.
Sesungguhnya amal itu seperti cahaya,
ia harus dinyalakan sekarang, sebelum gelap benar-benar datang.

Baca Juga :  KHUTBAH JUM'AT : Semangat Hari Pahlawan dan Resolusi Jihad dalam Perspektif Islam. Oleh : Ustadz H. Komirudin Imron, Lc *)

Maka beruntunglah orang yang memanfaatkan harinya, yang menjadikan waktunya sebagai ladang pahala, yang memahami bahwa hidup ini singkat, namun akhirat kekal selamanya.

Ya Allah…
Jadikan kami hamba-hamba yang bersegera dalam kebaikan,
yang tidak tertipu oleh panjangnya angan-angan,
dan yang Engkau panggil dalam keadaan husnul khatimah.
Aamiin. []
#KIS
#Mimbar_Jumat
#Shobahul_khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini