Mutiara Pagi : Keutamaan Menyembelih Hewan Qurban. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Ibadah qurban merupakan salah satu syiar agung dalam Islam yang dilaksanakan pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik. Qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi bentuk pendekatan diri kepada Allah Subḥanahu wata’ala, bukti ketakwaan, serta wujud kepedulian kepada sesama.

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Ayat ini menunjukkan bahwa qurban adalah ibadah besar yang disandingkan dengan shalat, dua bentuk penghambaan yang sangat mulia.

Allah juga berfirman:

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Ḥajj: 37)

Baca Juga :  RAMADHAN MUBARAK (14) : Tarawih - Cahaya Malam Orang Beriman. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ayat ini menegaskan bahwa inti qurban bukan pada darah dan dagingnya, melainkan keikhlasan dan ketakwaan hati orang yang berqurban.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ

“Tidak ada amalan yang dilakukan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah daripada mengalirkan darah (hewan qurban).” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits lain Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

فَإِنَّهَا تَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا

“Sesungguhnya hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya.” (HR. Tirmidzi)

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Di Ujung Sempit, Ada Cahaya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ini menunjukkan besarnya pahala qurban sampai seluruh bagian hewan menjadi saksi kebaikan bagi pelakunya di akhirat.

Qurban juga mengajarkan nilai pengorbanan sebagaimana keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ketika menaati perintah Allah dengan penuh keikhlasan. Dari kisah itu, umat Islam belajar bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala-galanya.

Selain itu, qurban menjadi sarana berbagi kebahagiaan kepada fakir miskin dan masyarakat luas. Banyak orang yang jarang menikmati daging dapat merasakan nikmatnya makanan pada hari raya karena ibadah qurban.

Maka orang yang Allah beri kelapangan rezeki hendaknya bersemangat melaksanakan qurban dengan hati yang ikhlas, karena qurban adalah:
– Bukti syukur atas nikmat Allah.
– Tanda ketakwaan dan ketaatan.
– Syiar Islam yang agung.
– Bentuk kepedulian sosial.
– Amalan yang sangat dicintai Allah pada hari Idul Adha.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Berhala Baru di Zaman Modern: Ketika Ketaatan Bergeser dari Tuhan ke Manusia. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Semoga Allah menerima ibadah qurban kaum muslimin dan menjadikannya pemberat timbangan amal kebaikan di hari kiamat. Aamiin. (*/257)
WaAllahu A’lam

_____

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

✒️ Komiruddin Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini