MUTIARA PAGI : Tabayyun Sebelum Memvonis. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Di sebuah pagi yang hening, tatkala cahaya iman menyinari Madinah, Rasulullah saw mengutus seorang sahabat bernama al-Walīd bin ‘Uqbah untuk sebuah amanah suci yaitu memungut zakat dari kabilah Bani al-Muṣṭaliq.

Namun bayang-bayang masa lalu menyeruak, rasa takut menguasai langkahnya, hingga ia kembali membawa kabar yang tak benar: “Wahai Rasulullah, mereka menolak zakat dan ingin membunuhku.”

Mendengar itu, murka menyelimuti hati sebagian kaum muslimin. Hampir saja pedang terhunus, pasukan bersiap menyerang, dan darah kaum tak bersalah hampir tertumpah.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jangan Kufur Nikmat Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Tetapi Allah, Tuhan yang Maha Penyayang, segera menurunkan ayat yang penuh cahaya:

> “Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu seorang fasik membawa berita, maka telitilah kebenarannya, agar jangan sampai kamu menimpakan musibah kepada suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu.” (Al-Ḥujurāt: 6)

Maka terkuaklah kebenaran. Kaum Bani al-Muṣṭaliq justru datang dengan zakat di tangan, hati mereka penuh ketaatan, bukan penolakan.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Menyeru Kebaikan, Menanggung Luka, dan Menjaga Kesabaran. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Berita dusta hampir saja menyalakan api peperangan, jika bukan karena tabayyun yang Allah ajarkan.

Ayat ini abadi untuk kita, janganlah engkau tergesa mempercayai kabar, jangan mudah terpedaya oleh bisikan dan fitnah, karena satu kata dusta bisa menumpahkan darah, dan satu berita bohong bisa memecah persaudaraan.

Belajarlah menimbang sebelum percaya, klarifikasi sebelum bertindak,
sebab penyesalan selalu datang terlambat,
sementara kehati-hatian adalah cahaya penyelamat. (47).
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Belajar Hidup Sederhana Agar Hati Tidak Manja. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini