Bulan: Januari 2025

  • TRC Sat Pol PP Lampung Selatan Distribusikan Bantuan dari Kementerian Pangan

    TRC Sat Pol PP Lampung Selatan Distribusikan Bantuan dari Kementerian Pangan

    mataragung.id – Lampung Selatan – Tim Reaksi Cepat (TRC) Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Lampung Selatan turut serta membantu pendistribusian bantuan dari Kementerian Pangan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Lampung Selatan . Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antarinstansi dalam upaya meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan, posko tersebut berada di kecamatan palas .

    Bantuan di distribusikan ke beberapa kecamatan yaitu, Palas, Sragi, Candipuro, dengan melibatkan personel TRC Sat Pol PP untuk memastikan proses penyaluran berjalan dengan aman, tertib, dan tepat sasaran.

    Dalam pelaksanaannya, TRC Sat Pol PP berkoordinasi dengan perangkat desa, camat, dan pihak terkait untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

    Kasat Pol PP Lampung Selatan Maturidi, menyampaikan bahwa keterlibatan TRC dalam kegiatan ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Kami siap mendukung setiap program yang bertujuan untuk membantu masyarakat. Tim kami bekerja secara maksimal agar bantuan ini dapat diterima oleh yang berhak tanpa kendala,” ucap Maturidi

    Masyarakat penerima bantuan mengapresiasi upaya pemerintah dan dukungan dari TRC Sat Pol PP. Mereka berharap bantuan ini dapat terus berlanjut, terutama bagi masyarakat yang masih membutuhkan perhatian dan uluran tangan.

    Dengan adanya kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan elemen terkait, diharapkan program bantuan seperti ini dapat memberikan manfaat yang signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat di Kabupaten Lampung. (YON)

  • Jangan Sampai Pecah Kongsi. Oleh Gunawan Handoko

    Jangan Sampai Pecah Kongsi. Oleh Gunawan Handoko

    nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Hanya tinggal menghitung hari rakyat Indonesia akan memiliki Kepala Daerah baru.

    Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota terpilih hasil Pemilihan Serentak Nasional tahun 2024 akan dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2025. Kecuali yang masih ada sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK), terpaksa harus ditunda.

    Ada kebanggaan tersendiri bagi para kepala daerah dan wakilnya, karena untuk kali pertama sepanjang sejarah pelantikannya diselenggarakan di Istana Negara dan dilantik langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Dari 21 Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih yang akan dilantik, salah satunya adalah pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan dr. Jihan Nurlela yang mendapat kepercayaan lebih dari 87 persen masyarakat Lampung.

    Meski tidak bisa menyaksikan secara langsung saat pelantikan nanti, tapi penulis cukup merasa bahagia karena perjalanan dari sebuah perjuangan tahap pertama telah usai. Tahap berikutnya adalah mengawal Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung agar didalam mengemban amanah rakyat tidak tersandung kerikil sekecil apapun sampai akhir jabatan nanti. Termasuk harapan bagi seluruh Bupati dan Walikota beserta wakilnya, khususnya yang ada di provinsi Sai Bumi Ruwa Jurai ini.

    Apa sesungguhnya yang diharapkan oleh masyarakat dari kepala daerah setelah dilantik? Selain memenuhi janjinya saat kampanye, yang lebih penting lagi jangan sampai terjadi pecah kongsi di tengah jalan. Memang, belum pernah ada pasangan calon kepala daerah yang saat kampanye berjanji tidak bakal pecah kongsi jika terpilih nanti, namun sesungguhnya hal tersebut menjadi dambaan rakyat.

    Rakyat ikut merasa tidak nyaman ketika menyaksikan kepala daerah dan wakilnya berseteru, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

    Pecah kongsi bukan hal baru, bahkan Kementerian Dalam Negeri pernah menyebutkan bahwa sekitar 94,64 persen kepala daerah pecah kongsi. Hanya sedikit kepala daerah dan wakilnya yang harmonis hingga akhir jabatan.

    Awalnya penulis ingin mengganti istilah pecah kongsi dengan ghosting politik, biar terdengar sedikit halus meski maknanya sama. Istilah ghosting muncul dari kalangan milenial di media sosial untuk mendeskripsikan putusnya hubungan percintaan antara sepasang kekasih. Sekarang ghosting bukan saja terjadi di dunia percintaan kaum milenial, tapi juga menjangkit di ranah politik.

    Ghosting politik bahkan sering mewarnai dunia kekuasaan antara kepala daerah dengan wakilnya. Inilah fenomena yang kian terbuka di panggung demokrasi kita, termasuk di provinsi Lampung. Ibarat sepasang pengantin, mereka nampak mesra dalam menikmati bulan madu di tahun pertama. Antara kepala daerah dan wakilnya nampak harmonis dalam menjalankan tugas menaati sumpah janjinya, saling bahu-membahu merealisasikan janji-janjinya saat kampanye.

    Memasuki tahun kedua mulai muncul ketidak-cocokan diantara keduanya. Sang wakil mulai ngambek karena merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis dan faktor lainnya termasuk dalam urusan bagi-membagi tentu saja. Maka muncullah fiksi antara keduanya, walau dilakukan secara sembunyi-sembunyi tapi tetap saja terbaca oleh publik.

    Biasanya fiksi terjadi akibat tidak adanya kesepakatan diantara keduanya dalam menentukan figur untuk mengisi posisi-posisi strategis seperti jabatan struktural eselon II maupun pejabat di badan usaha milik daerah (BUMD).

    Memasuki tahun ketiga mulai terjadi perang terbuka, keduanya berseberangan jalan. Tidak jarang antara kepala daerah dan wakilnya saling melontarkan kritik terbuka untuk mencari pembenaran masing-masing. Tanpa tedeng aling-aling, seorang kepala daerah membongkar segala kekurangan yang ada pada diri wakilnya. Begitu pula sebaliknya, banyak wakil yang mengungkap kesalahan dan kebobrokan kepala daerahnya. Persoalan yang seharusnya menjadi ranah pribadi berubah menjadi perang terbuka dan urusan pribadi menjadi konsumsi publik.

    Pecah kongsi tidak saja akan menghambat jalannya pemerintahan, tapi juga membuat birokrasi menjadi terbelah, antara pendukung kepala daerah dengan wakil kepala daerah. Aparat sipil negara (ASN) yang seharusnya menjadi perekat bangsa dan bersikap netral, justru orientasinya berubah menjadi abdi penguasa daerah.

    Tidak bisa dipungkiri bahwa pelayanan publik pun secara otomatis menjadi terganggu. Jika masih ada yang bertanya apakah ada korelasi antara kekompakan kepala daerah dan wakilnya dengan kemajuan daerah yang dipimpinnya, jawabnya jelas ada. Ambil saja contoh yang terjadi di kabupaten Lampung Selatan, dimana antara Bupati Nanang Ermanto dan Wakilnya Pandu Kesuma Dewangsa tidak sempat menikmati bulan madu secara sempurna karena pasca dilantik, hasil Pilkada tanggal 9 Desember 2020 langsung pecah kongsi sampai di penghujung masa jabatannya.

    Sosok wakil Bupati Lampung Selatan hampir tidak pernah muncul dalam agenda resmi pemerintahan maupun kedinasan. Bahkan sekedar tampil di baleho pun tidak pernah. Boleh jadi ini pecah kongsi tercepat diantara yang terjadi di wilayah kabupaten/kota lain dan menjadi sorotan publik. Akibat adanya pecah kongsi antara Bupati dan Wakilnya, secara otomatis telah membuat pelayanan publik menjadi terganggu dan tidak maksimal.

    Pecah kongsi juga terjadi hampir di semua daerah, terutama yang kepala daerah dan wakilnya sama-sama berasal dari partai politik. Sebaliknya kepala daerah yang berpasangan dengan wakil dari non partai biasanya lebih bisa bertahan lama, seperti pasangan Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana dan wakilnya Dedy Amrullah yang merupakan mantan birokrat murni. Setelah selesai menjalani tugas pada periode pertama, mereka kembali berpasangan dalam Pilkada 2024 dan terpilih kembali untuk memimpin Kota Bandar Lampung untuk periode kedua. Pecah kongsi mengonfirmasi bahwa tidak ada persahabatan atau permusuhan yang abadi dalam politik, yang ada ialah kepentingan abadi. Terbukti, sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah yang sebelumnya telah berpasangan, pada Pilkada selanjutnya mereka berpisah dan bersaing memperebutkan jabatan kepala daerah.

    Kita semua berharap agar pasangan kepala daerah dan wakilnya yang sebentar lagi akan dilantik dapat seiring sejalan dan senasib sepenanggungan. ***

    *) Penulis adalah Pengurus PUSKAP ( Pusat Pengkajian Etika Politik dan Pemerintahan) Wilayah Lampung

  • Cara Menghadapi Wartawan Gadungan dan Wartawan Nakal Oleh : Oyos Saroso. HN *)

    Cara Menghadapi Wartawan Gadungan dan Wartawan Nakal Oleh : Oyos Saroso. HN *)

    nataragung.id – Bandar Lampung – Bersamaan dengan tumbuh suburnya media massa (terutama media online), kini seorang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan jurnalistik atau tidak punya pengalaman dan keterampilan menulis pun bisa menjadi wartawan.

    Tak jarang, kita dengan mudah menemukan seorang satpam, tukang parkir, dan makelar jual beli sepeda motor nyambi menjadi wartawan. Mereka berpakaian necis, pakai rompi wartawan, dan emblem bertuliskan “PERS”. Di saku bajunya terselip kartu pers dan (tak jarang) kartu anggota LSM.

    Di antara mereka memang ada yang mau belajar dan benar-benar menjalankan tugas jurnalistik. Artinya, mereka menghasilkan berita hasil liputan di lapangan dan layak menyandang profesi wartawan. Namun, tidak jarang mereka hanya menggunakan kartu pers sebagai modal untuk bertemu narasumber dan memeras. Bukan berita yang dicari, tetapi uang. Ada yang dengan cara halus. tetapi tidak jarang dengan cara kasar.

    Cara halus misalnya dengan minta ongkos atau uang bensin kepada narasumber (umumnya narasumber pejabat). Cara kasar, misalnya, dengan memeras dan minta uang jatah proyek. Seolah-olah wartawan memiliki hak mendapatkan jatah dari sebuah proyek.

    Menghadapi wartawan yang berangasan seperti itu, bukanlah perkara mudah. Tidak jarang panitia sebuah acara seminar harus lari terbirit-birit karena dikejar wartawan yang ingin minta uang amplop yang dianggapnya sebagai haknya itu.

    Beberapa direktur NGO, kepala dinas, dan kepala sekolah di Lampung sering mengeluhkan perilaku wartawan model itu. Mereka sering pusing ketika harus berhadapan dengan wartawan yang datang bukan untuk mencari informasi, tetapi minta jatah uang. Biasanya mereka akan datang rombongan, jeprat-jepret dengan kameranya, dan setelah usai acara akan mencari ketua panitia acara. Biasanya salah satu di antara mereka akan menyodorkan daftar nama wartawan yang datang di acara itu dan seolah-olah panitia harus mengeluarkan uang untuk mereka.

    Nah, bagi pejabat, bos, atau panitia kegiatan yang sering pusing menghadapi wartawan macam itu, tips berikut ini bisa dicoba:

    1. Jangan memberi wartawan uang, meskipun itu hanya “uang bensin”. Sebab, sekali Anda memberikan “uang bensin” ia atau teman-temannya lain akan rajin datang ke kantor Anda. Bukan untuk mendapatkan data sebagai bahan menulis, tetapi mau minta “uang bensin”.

    2. Tanyakan identitasnya: namanya siapa, dari media mana. Kalau ragu dengan jawaban wartawan, tanyakan kartu pers atau surat tugas.

    3. Kenalilah ciri-cirinya, perhatikan cara menyampaikan maksud dan cara melakukan wawancara. Wartawan betulan akan bisa melakukan wawancara dengan baik, pertanyaan-pertanyaan tidak bersifat menuduh atau menghakimi. Sebaliknya, wartawan gadungan atau wartawan nakal pada umumnya akan langsung pada pokok masalah. Misalnya dengan pernyataan ada kasus korupsi atau penyimpangan di lembaga Anda.

    4. Jangan terkecoh dengan penampilan. Janganlah Anda menganggap bahwa orang yang mengenakan rompi bertuliskan “PERS” sudah pasti adalah wartawan betulan. Tidak jarang, wartawan betulan justru tidak memakai atribut seperti itu. Mereka biasa saja.

    5. Terimalah mereka dengan baik. Berpikirlah positif dan anggaplah mereka itu memang wartawan yang ingin mendapatkan informasi untuk menulis berita.

    5. Jika ada gelagat tidak baik, misalnya, si wartawan akan melakukan pemerasan, janganlah kalah gertak. Bersikaplah tenang.

    7. Jika wartawan sudah menyinggung soal kasus di lembaga Anda sedangkan Anda meyakini tidak ada kasus di lembaga Anda, maka Anda tidak perlu takut. Jawablah setiap pertanyaan dengan baik. Jawaban Anda akan menentukan apakah mereka akan berani melakukan aksi selanjutnya atau tidak. Jika jawaban Anda meyakinkan, mereka tidak akan berani macam-macam.

    8. Jangan lupa siapkan rekaman (semisal dengan ponsel atau gadget yang bisa Anda masukkan ke kantong celana). Rekaman ini akan bermanfaat jika mereka menggertak, mengancam, dan memeras. Akan lebih baik jika ruangan Anda ada CCTV sehingga setiap pembicaraan Anda dengan wartawan itu bisa terekam dengan baik.

    9. Jika Anda panitia kegiatan seminar atau konferensi pers, jangan biasakan menyiapkan uang amplop. Sebab, uang amplop yang disediakan untuk para wartawan betulan sering menjadi pemicu makin banyaknya wartawan tanpa media (alias wartawan gadungan). Anda nanti akan kerepotan jika menggelar acara serupa pada kesempatan lain.

    10. Jika perusahaan atau bos Anda menyediakan amplop dan sepertinya memang sudah jadi tradisi di lembaga Anda, maka jika menggelar konferensi pers atau seminar undanglah wartawan dari media yang jelas. Artinya, media itu memang benar-benar ada bukti produknya, bisa diverifikasi, dan rutin terbit. Jika ada kelompok wartawan menyodorkan daftar nama untuk diberi amplop, coba dicek apakah nama di daftar itu termasuk wartawan dari media yang Anda undang. Kalau bukan, Anda bisa menolak kehadirannya.

    Perlu diingat : wartawan betulan tidak mencari uang amplop ketika melakukan wawancara atau menghadiri konferensi pers. Wartawan masih diperbolehkan menerima uang dari panitia acara jika mereka menjadi peserta workshop atau seminar yang menempatkan para wartawan sebagai peserta. Namun, ada juga media yang tetap melarang semua jenis pemberian dari narasumber/panitia acara.

    Tidak ada salahnya Anda membekali diri dengan pengetahuan tentang dunia pers, UU Pers, dan organisasi profesi wartawan. Wartawan gadungan biasanya akan keder kalau calon sasarannya adalah narasumber yang paham tentang dunia pers. Ya. wartawan yang menjalankan tugas profesinya dengan benar adalah wartawan yang bekerja untuk kepentingan publik, bukan untuk kepentingan diri sendiri, apalagi untuk sekadar cari uang receh.

    Karena bekerja untuk publik itulah maka wartawan diberi “keistimewaaan” yang diatur UU Pers dan aturan lain oleh Dewan Pers. **

    *) Penulis adalah Wartawan Senior
    *) Ahli Pers Dewan Pers

  • Walikota Bandar Lampung Hj.Eva Dwiana Dan Jajaran Memantau Lokasi Terdampak Banjir

    NATARAGUNG.ID, BANDAR LAMPUNG —Walikota Bandar Lampung Hj.Eva Dwiana beserta sejumlah Jajaran Pemkot Bandar Lampung kembali meninjau dan memantau sejumlah titik lokasi banjir yang melanda di Kota Bandar Lampung, Minggu (26/1/2025).

    Kegiatan ini dilakukan di wilayah Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Bumi Waras dan pemukiman penduduk sekitaran Pura Waylunik.

    Fokus dari pantauan kali ini adalah mencari sumber yang menjadi sumbatan dan yang menjadikan salah satu penyebab luapan air menjadi banjir.

    “Alhamdulilah kita sudah melihat sejumlah titik sumbatan dan penyempitan jembatan gorong-gorong yang dilakukan oleh perusahaan serta beberapa talud juga yang rusak akan segera diperbaiki”, ujar Walikota.

    Beliau berharap kepada sejumlah perusahaan dan balai untuk kerjasamanyaa, karna warga juga akan terdampak akibat dari penyempitan gorong-gorong yang dilakukan sehingga debit aer sungai meningkat.

    Langkah awal Pemerintah Kota akan melakukan pengerukan dan pelebaran disejumlah titik sumbatan dan sungai agar dapat menampung debit aer menjadi lebih baik. (Kwt)

  • Tanggal 21 Januari Peringatan Hari Berpelukan se Dunia

    Tanggal 21 Januari Peringatan Hari Berpelukan se Dunia

    nataragung.id – JELAJAH NUSANTARA – Setiap tanggal 21 Januari diperingati sebagai Hari Berpelukan se Dunia.

    Pelukan dapat menjadi salah satu cara menunjukkan kasih sayang pada orang terdekat dan sebagai bentuk dukungan, terutama bagi orang yang sedang lelah.

    Berpelukan juga memiliki manfaat lainnya bagi kesehatan fisik dan mental, seperti mengurangi stress, mempererat ikatan emosional, mengatasi kesepian, meningkatkan mood, hingga mencegah flu.

    Mengapa Hari Berpelukan Internasional (International Hug Day) diperingati pada tanggal 21 Januari setiap tahunnya.?

    Berikut adalah beberapa latar belakang mengapa berpelukan diperingati setiap tahun yang dirangkum dari berbagai sumber.

    Hari Berpelukan Internasional diperingati pada tanggal 21 Januari untuk mempromosikan kasih sayang, kepedulian, dan kehangatan antar manusia.

    Filosofi berpelukan adalah untuk menunjukkan kasih sayang, kepedulian, dan kehangatan kepada orang lain. Berpelukan dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan rasa percaya diri, dan memperkuat hubungan antar manusia.

    Latar belakang dan sejarah berpelukan tidak jelas, namun Hari Berpelukan Internasional dipopulerkan oleh Kevin Zaborney, seorang Amerika Serikat, pada tahun 1986. Zaborney ingin mempromosikan kasih sayang dan kepedulian antar manusia melalui berpelukan.

    Perlu diingat bahwa informasi tentang Hari Berpelukan Internasional tidak secara resmi diakui oleh PBB atau organisasi internasional lainnya. Namun, peringatan ini telah menjadi populer di beberapa negara dan komunitas. ***

    Editor : SyahidanMh

  • Tempat Kawin Zaman Kolonial Belanda

    Tempat Kawin Zaman Kolonial Belanda

    nataragung.id – JELAJAH NUSANTARA – Kantor pernikahan yang biasa kita kenal sebagai Kantor Urusan Agama atau KUA pada jaman kolonial namanya ‘Tempat Kawin’.

    Ingat jaman dulu istilah ‘kawin’ bukanlah sebuah kalimat yang tabu untuk diucapkan bagi masyarakat pribumi seperti halnya pada jaman sekarang yang sudah diperhalus dengan istilah ‘nikah’.
    Pengubahan istilah juga bertujuan untuk menghilangkan kesan jaman kolonial, karena pemerintah kolonial menerapkan undang-undang dan peraturan bagi masyarakat pribumi sesuai dengan apa yang telah menjadi kebiasaan, adat istiadat dan kepercayaan masyarakat pribumi itu sendiri.

    Seperti halnya undang-undang KUHP, undang-undang Perkawinan juga masih merupakan produk kolonial. Compendium Freijer, yaitu kitab hukum yang berisi aturan-aturan hukum Perkawinan, konon pemerintah kolonial membuatnya dengan mencomot Kitab Muharrar Syariat Islam, karena masyarakat Islam mayoritas yang ada di Hindia Belanda pada zaman kolonial adalah penganut Mazhab Syafi’i . ***

    Editor : SyahidanMh

  • Kepala Desa Bumisari Lampung Selatan Tutup Usia

    Kepala Desa Bumisari Lampung Selatan Tutup Usia

    nataragung.id, LAMPUNG SELATAN – Kabar duka menyelimuti masyarakat Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kepala Desa Bumisari, Supriono Bin Sarimum, meninggal dunia pada Sabtu (25/1/2025) sekitar waktu Magrib di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek, Bandar Lampung.

    Menurut informasi yang dihimpun, almarhum sebelumnya sempat menjalani perawatan di RS Hermina Bandar Lampung sejak Rabu (22/1/2025). Pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, kondisi kesehatannya memburuk sehingga dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek. Namun, meski telah mendapatkan penanganan medis, takdir berkata lain, dan almarhum menghembuskan napas terakhir di rumah sakit tersebut.

    Supriono Bin Sarimum dikenal sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan memiliki dedikasi tinggi dalam memajukan Desa Bumisari. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat yang merasa kehilangan sosok pemimpin yang humanis dan visioner.

    Saat ini, pihak keluarga bersama perangkat desa sedang mempersiapkan prosesi pemakaman. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di kampung halaman di Desa Bumisari.

    Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi musibah ini.

  • Bupati Lampung Selatan Terpilih Egy, Apresiasi dan Support Puji Sartono Pembina Paguyuban Bina Sehat

    Bupati Lampung Selatan Terpilih Egy, Apresiasi dan Support Puji Sartono Pembina Paguyuban Bina Sehat

    nataragung.id, Tanjung Bintang – Paguyuban Bina Sehat adalah mitra Pemerintah dalam upaya meningkatkan indeks kebugaran masyarakat dengan membudayakan olahraga dan senam.

    Dalam upaya  mengimplementasikan perannya,  Paguyuban Bina Sehat menggelar lomba senam sajojo bertajuk “Junjung Sportifitas, Sukses Manfaat Mulia”, bertempat dilapangan Jati Pratama Desa Jati Agung Lampung Selatan (Sabtu, 25/01/2025).

    Selain peserta lomba, acara senam sajojo juga dihadiri tamu undangan seperti anggota DPRD Lampung Selatan, para Camat di lima Kecamatan yaitu Jati agung, Tanjung Bintang, Natar, Tanjung Sari, Merbau Mataram dan yang menakjubkan adalah hadiranya tamu istimewa Bupati Lampung Selatan Terpilih Radityo Egi Pratama (Egy) sekaligus membuka acara.

     

    Puji Sartono, SH.,S.Kep. (Puji) Selaku Pembina paguyuban bina sehat dalam sambutanya mengatakan terima kasih atas keadiran Bupati Lampung Selatan Terpilih Radityo Egi (Egy) Pratama diksela kesibuaknya masih bekenan hadir dalam acara lomba senam sajojo.

    Dalam kempatan itu Puji juga beraharap agar Egy bersedia untuk mengamini apa yang menjadi do’a dan harapan masyarakat di lima kecamatan dilampung selatan.

    “Insya Allah beliau konsisten dan komit dalam janji kampanyenya, kita berharap beliau nanti mau memparipurnakan proses pemekaran dari bawah sambil menunggu moratorium dibuka”, Ujar Puji.

    Menanggapi apa yang disampaikan Puji Sartono selaku pembina paguyuban bina sehat, Bupati Lampung Selatan Terpilih Egy dalam sambutanya menyampaikan terima kasih dan memberi apresiasi kepada paguyuban bina sehat yang telah mengadakan lomba senam sajojo sehingga dia dapat hadir dilapangan Jati Pratama untuk yang ketiga kalinya.

    “Terima kasih Pak Puji atas terselengaranya acara ini, saya tidak tahu ada energi apa disini sehingga saya bisa tiga kali hadir dilapangan ini, apresiasi untuk pak puji dan panitia”, Pungkas Egy.

    Selain itu Egy juga akan menambahkan akan mensupport agar paguyuban bina sehat ini tidak berhenti disini, terus berkelanjutan dalam megadakan kegiatan diseluruh kecamatan yang ada di Lampung Selatan.

    Dalam sambutanya Egy juga mengatakan akan berkomitmen untuk mendukung proses pemekaran DOB Bandar Negara dan berharap Pansus agar terus bekerja.

    “Pada prinsipnya saya setuju (pemekaran) silahkan Pansus terus lanjutan, sambil menunggu moratorium dibuka” Tegas Egy disambut dengan tepuk tangan para undangan.

    Seperti yang diketahui sebelumnya, Pada Rabu 8 Januari 2025 DPRD Kabupaten Lampung Selatan secara resmi menyetujui pembahasan usulan calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Bandar Negara, hasil pemekaran wilayah di Kabupaten Lampung Selatan, melalui Rapat Paripurna.

    Rapat itu dihadiri oleh 37 orang dari 50 anggota dewan, para pejabat di lingkup Pemkab Lampung Selatan, Tim Percepatan Pemekaran Daerah (TPPD), Tim Daerah Otonomi Baru (DOB) Natar Agung serta para tamu undangan lainnya.

    ​​​​​​​Sementara itu, Ketua DPRD Lampung Selatan Erma Yusneli memandang pembentukan kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Lampung Selatan masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

    Oleh karena itu, pembahasan lebih lanjut mengenai pemekaran wilayah di Kabupaten Lampung Selatan akan dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Lampung Selatan.

    “Terkait dengan pemekaran wilayah, DPRD Lampung Selatan memandang perlu untuk menelaah, menggali dan membahas lebih lanjut oleh tim Pansus,” kata Erma Yusneli.

    Foto Angota Pansus DOB Bandar Negara

    Editor : Nova Indriani

  • Bunda Eva Janji Perbaikan Rumah Rusak Akibat Banjir

    NATARAGUNG.ID, BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung saat ini masih melakukan Pendataan rumah warga yang rusak akibat bencana banjir 17 Januari 2025 lalu. Hal itu disampaikan Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana saat memantau kondisi warga di Kecamatan Panjang Sabtu 25 Januari 2025.

    “Kami masih melakukan pendataan rumah yang rusak akibat bencana banjir, tadi kita lihat kondisi kerusakannya. Nanti di hitung dan akan kita bangun tembok yang rusak,” Ujar Eva Dwiana.

    Eva menyebutkan di kelurahan waylunik terdapat rumah warga yang berdiri di atas aliran sungai, sehingga membuat arus tak lancar.

     

    “Tadikan lihat ada rumah yang berdiri diatas sungai, dapurnya roboh. nah itu nanti kita akan bangun tapi gak boleh berada di bibir sungai,” jelas Eva Dwiana.

    Selain itu Eva Dwiana juga menemukan sungai di kelurahan waylunik yang kondisikan sudah mengalami pendangkalan.

    “Kita akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji-Sekampung meminta bantuan untuk melakukan Normalisasi,” Jelas Eva Dwiana. (Rls)

  • Jangan Adu Keras Dengan Lelaki

    Jangan Adu Keras Dengan Lelaki

    nataragung.id – JELAJAH NUSANTARA – Laki-laki itu keras, kalau di hadapi dengan perempuan yang keras. Bagi lelaki kekerasan itu hal biasa. Fisiknya keras, suaranya keras, hatinya keras, mentalnya keras, pikiran nya keras, takdir hidupnya keras, kerjaannya pun lebih keras.

    Jika perempuan mau ikut-ikutan keras seperti lelaki, secara design pun sudah kalah.

    Perempuan pecahin piring, dia bisa banting satu rak, kamu banting pintu, dia bisa rubuhkan satu rumah.

    Lantas bagaimana melunakan lelaki ?. Jawabnya ketika kamu menunjukan kelembutan,
    kepatuhan, keta’atan dan kasih sayang, maka laki-laki akan mencair di hadapanmu bagai kerasnya batu di kikis lembutnya air. Itulah hati laki-laki. Mau mencoba? Silahkan…

    Editor : SMh