Bulan: Januari 2025

  • Jangan Adu Keras Dengan Lelaki

    Jangan Adu Keras Dengan Lelaki

    nataragung.id – JELAJAH NUSANTARA – Laki-laki itu keras, kalau di hadapi dengan perempuan yang keras, Bagi lelaki kekerasan itu hal biasa. fisik nya keras,suaranya keras,hati nya keras, mental nya keras,pikiran nya keras ,

    takdir hidup nya keras, kerjaan nya pun lebih keras,

    jika perempuan mau ikut-ikutan keras seperti lelaki, secara design pun sudah kalah, kamu pecahin piring,
    dia bisa banting satu Rak,
    kamu banting pintu, dia bisa rubuhkan satu rumah

    Lantas bagaimana melunakan lelaki, ?
    jawabnya ketika kamu menunjukan kelembutan, kepatuhan, keta’atan dan kasih sayang, maka laki-laki akan mencair di hadapanmu bagai keras nya batu di kikis lembutnya air.

    Editor : SMh

  • Olok-olok Partai Gelora, Mahfudz Sidik : Memalukan Sikap Ketua BKSAP DPR RI

    Olok-olok Partai Gelora, Mahfudz Sidik : Memalukan Sikap Ketua BKSAP DPR RI

    nataragung.id – JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik mengecam tindakan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera yang mengolok-ngolok Partai Gelora dalam ‘Silaturahmi Nasional BKSAP dengan Ormas dan Lembaga Kemanusiaan Peduli Palestina’ di Jakarta, Selasa (21/1/2025) sore.

    Ia pun bereaksi keras terhadap pelecehan yang dilakukan oleh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS ) itu. “Astaghfirullah … serendah itu perilaku Mardani Ali Sera, politisi PKS dan Ketua BKSAP DPR RI,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Kamis (23/1/2025).

    Lebih lanjut Mahfudz Sidik mengatakan apakah pantas dan bermoral ketua BKSAP DPR RI dengan merendahkan parpol lain dengan nada bermusuhan? Meski berdalih bercanda, apakah forum yang berbicara tentang membantu Palestina itu layak jadi forum bercanda? Sindir Mahfudz terkait pernyataan Mardani Ali Sera tersebut

    Editor : Hifni

  • Talenta Hebat Doktor Mira Rozanna

    Talenta Hebat Doktor Mira Rozanna

    nataragung.id, Bandar Lampung – Masyarakat Sai Bumi Ruwa Jurai patut bersyukur dan bangga karena kini memiliki talenta hebat.
    Dr. Mira Rozanna, SE, MM, CFP®, CWM® adalah sosok yang mencerminkan perjalanan luar biasa dari seorang praktisi dengan pengalaman luas menuju puncak prestasi akademis. Dilahirkan di Palembang pada 25 Oktober 1966, beliau kini menjadi tokoh sentral dalam pengembangan strategi manajemen dan transformasi perbankan di Indonesia. Kariernya dimulai pada tahun 1991 sebagai Management Trainee di PT Cipta Piranti Teknik (Astra International Group), sebelum melangkah lebih jauh ke sektor perbankan yang penuh dinamika.

    Selama lebih dari tiga dekade, Dr. Mira mencatatkan kontribusi penting di Bank Mandiri, menjabat berbagai posisi strategis seperti Group Head Corporate & Branch Transformation di Bank Syariah Mandiri dan SVP Human Capital & Corporate Transformation di Bank Mandiri.
    Saat ini, ia mengemban peran sebagai Komisaris Independen di Bank Pembangunan Daerah Lampung, memimpin dengan wawasan strategis untuk menghadapi tantangan era digital.

    Keberhasilan akademis Dr. Mira sejalan dengan dedikasinya terhadap dunia pendidikan. Setelah menyelesaikan studi di Indonesia Banking School Jakarta, ia meraih gelar doktor dari Universitas Lampung, meraih penghargaan sebagai Lulusan Terbaik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta di tingkat universitas pada Januari 2025. Penelitian beliau memusatkan perhatian pada strategi manajemen dan digitalisasi, memperkaya literatur akademis terkait daya saing perbankan dan manajemen sumber daya manusia.

    Dalam riset yang berfokus pada daya saing perbankan daerah, Dr. Mira menegaskan bahwa pengembangan SDM yang berkualitas adalah kunci keberhasilan transformasi digital di sektor perbankan. Ia menyampaikan, “Kualitas SDM bukan hanya tentang keahlian teknis, tetapi juga mencakup kemampuan beradaptasi, berpikir strategis, dan memiliki etika profesional yang kuat. Transformasi yang berhasil memerlukan SDM yang mampu memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus memahami kebutuhan nasabah dalam konteks yang terus berubah.”

    Menyoroti pentingnya pendekatan strategis dalam manajemen SDM, Dr. Mira berpendapat bahwa “pembangunan SDM yang berkelanjutan harus didasarkan pada investasi dalam pelatihan berbasis keterampilan masa depan, seperti kecerdasan buatan, analitik data, dan manajemen risiko digital. Bank yang ingin bertahan dan berkembang di era disrupsi harus memandang SDM sebagai aset strategis utama yang mampu mendorong inovasi dan efisiensi.”

    Pandangan Dr. Mira tentang pentingnya pendidikan menjadi sumber inspirasi. Menurutnya, ilmu pengetahuan adalah investasi berharga yang harus diwariskan, dan ia memiliki hasrat besar untuk mengajar demi membangun generasi yang mampu menghadapi tantangan global. Sebagai Ketua Bidang Organisasi FKDK BPD SI, ia terus memperkuat tata kelola perusahaan dan pengembangan SDM, menjembatani praktik bisnis dengan penelitian akademis.

    Mengakhiri visinya dengan penuh optimisme, Dr. Mira menyatakan, “Saya bermimpi menjadikan SDM di sektor perbankan Indonesia tidak hanya terampil dan tangguh, tetapi juga unggul secara global. SDM kita harus mampu bersaing dengan pemain internasional, memimpin inovasi, dan berkontribusi aktif dalam membangun perbankan yang inklusif, berkelanjutan, dan relevan di masa depan.”

    Visi dan dedikasi Dr. Mira mendorong semangat belajar sepanjang hayat. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah perjalanan yang selalu bisa dilanjutkan, terlepas dari usia. Komitmennya terhadap inovasi dan kontribusi positif bagi masyarakat menjadikannya simbol inspiratif bagi kalangan profesional maupun generasi muda yang bertekad mengukir prestasi serupa.

  • Mahasiswa IPB Kasim Yang Lupa Pulang Dari KKN Selama 15 Tahun. Sang ‘Legent’ Dari Atjeh

    Mahasiswa IPB Kasim Yang Lupa Pulang Dari KKN Selama 15 Tahun. Sang ‘Legent’ Dari Atjeh

    nataragung.id – JELAJAH NUSANTARA – Pada tahun 1964, ada seorang mahasiswa IPB bernama Mohamad Kasim Arifin yang mengikuti Program Pengerahan Mahasiswa (kini KKN). la ditempatkan di Pulau Seram, Maluku

    Selama menjalani KKN, Kasim benar-benar mencurahkan ilmunya untuk membantu petani di sana. la mengajari mereka cara mengolah tanah, membuat irigasi dan meningkatkan hasil panen.

    Seharusnya Kasim hanya 3 bulan di sana, namun dia “lupa” pulang. Dia merasa tugasnya belum selesai. Kasim pun memilih tinggal untuk terus membantu petani di sana.

    Kasim menolak pulang selama 15 tahun. Saat teman-temannya yang lain sudah wisuda dan hidup mapan, Kasim masih tetap di Maluku, membangkit- kan semangat masyarakat untuk gotong royong…

    la baru kembali tahun 1979. Dengan dibantu teman-temannya dahulu, Kasim menyelesaikan skripsinya sebagai syarat kelulusan. la akhirnya diwisuda pada usia 40 tahun

    Bagiamana kisah perjalanan hidup Kasim? Berikut Cerita yang berhasil dirangkum dari berbagai macam sumber.

    Kisahnya menitikkan haru. Dia diabadikan dalam puisi. Dia seperti sungai yang tak henti mengalirkan inspirasi.

    Hari itu, 22 September 1979 di Hotel Salak, Bogor. Lelaki berkulit legam itu dikelilingi teman-temannya. Dia hanya mengenakan sandal jepit. Temannya membawakan sepatu dan jas untuknya. Dia menolak memakainya. Namun, temannya bersikeras. Lelaki itu, Muhammad Kasim Arifin, serupa anak yang hilang. Dia yang lahir di Langsa. Aceh, 18 April 1938 itu adalah mahasiswa yang kembali setelah 15 tahun silam.

    Teman- temannya sudah lama sarjana dan banyak yang sudah menjadi pejabat. Kasim hanya seorang petani yang bersahaja. Tapi dia justru jauh menjulang namanya dibandingkan semua orang.

    Tahun 1964, dia hanya seorang mahasiswa biasa yang mengikuti Program Pengerahan Mahasiswa, yang sekarang bernama Kuliah Kerja Nyata.

    Di masa itu, mahasiswa harus siap ditempatkan di pelosok negeri. Kasim mendapat lokasi di Waimital, Pulau Seram, Maluku.

    Dia pun mendatangi daerah terpencil itu sebab didorong hasrat untuk membumikan semua pengetahuannya. Di Waimital, dia bertemu keluarga petani miskin yang datang melalui program transmigrasi.

    Nuraninya terketuk. Dia ingin berbuat sesuatu. Dia menanggalkan semua identitas kota pada dirinya. Dia memakai sandal jepit dan baju lusuh. Dia ikut menemani petani yang berjalan kaki 20 kilometer menuju sawah. Dia melakukannya setiap hari dan bolak-balik. Dia membantu petani untuk mengolah tanah. Diajarkannya pengetahuan yang didapatnya di kampus IPB.

    Dia membantu masyarakat untuk membuka jalan desa, membangun sawah baru, membuat irigasi. Dia tidak menunggu bantuan dari pemerintah. Dia membangkitkan semangat masyarakat untuk bergotong-royong.

    Kasim peduli pada petani lebih dari dirinya sendiri. Dia pun mendapat kasih sayang dari semua orang.

    Dia disapa Antua, sebutan bagi orang yang dihormati di Waimital. Kasim begitu larut untuk membantu masyarakat, sampai-sampai dia lupa pulang. Seharusnya dia di Waimital hanya tiga bulan. Tapi dia merasa tugasnya belum selesai. Bahkan saat semua teman-temannya pulang, dia tetap menjadi petani. Bahkan semua temannya telah diwisuda, dia masih setia di kampung itu. Hingga semua temannya lulus dan menjadi pejabat, dia tetap memilih di kampung itu hingga 15 tahun.

    Di Aceh, orang tuanya memanggil. Dia tak bergeming. Bahkan Rektor IPB, Profesor Andi Hakim Nasution, memanggilnya kembali, dia masih juga tak bergeming. Tak kurang akal, Rektor IPB lalu mengutus Saleh Widodo, seorang teman kuliah Ķasim, untuk menjemputnya di sana. Dengan berat hati, Kasim bersedia ke Jakarta, lalu Bogor, hanya dengan sandal jepit dan baju lusuh.

    Kampus memanggilnya untuk menyelesaikan studi. Kasim sejatinya tak butuh gelar akademik, tapi dia tak kuasa menolak permintaan teman-temannya. Dia mengaku tidak sanggup membuat skripsi.

    Teman-temannya berinisiatif untuk merekam kisahnya di Waimital untuk diajukan sebagai skripsi. Dia bercerita selama 28 jam. Temannya mencatat cerita itu dengan mata basah. Semua terharu. Kasim adalah potret manusia yang melampaui dirinya. Dia bukan seperti kebanyakan orang yang hanya berpikir untuk kuliah lalu bekerja, mengumpul harta, kemudian hidup bahagia.

    Dia menemukan bahagianya dengan cara lain. Saat dia melihat petani tersenyum, hatinya mekar. Selagi senyum itu belum hadir, dia akan menganggap tugasnya jauh dari kata selesai. Dia lebur bersama masyarakat. Mulanya dia datang sebagai Kasim, mahasiswa IPB yang penuh pengetahuan. Setelah 15 tahun, dia menjadi bagian dari masyarakat.

    Dia tak lagi ingin sesegera mungkin lulus, kemudian menyandang toga dan bekerja di instansi pemerintahan. Dia ingin membantu semua petani untuk sejahtera melalui tindakan memuliakan bumi, menghargai lumpur, lalu mengolah tanah-tanah pertanian. Dia mencintai tunas yang tumbuh lalu mekar jadi tanaman.

    Hari itu, Kasim memasuki gedung IPB untuk wisuda. Mulanya dia ragu-ragu dan takut melihat banyak orang berdatangan, Semalaman dia tak bisa tidur di Hotel Salak karena pendingin udara dan suara bising di jalanan.

    Di acara wisuda, dia ingin duduk di kursi belakang. Namun begitu dia datang, semua orang berdiri dan bertepuk tangan. Dedikasinya membuat banyak orang merinding. Dia adalah insinyur pertanian paling istimewa, paling menyentuh hati, dan paling menjulang dibandingkan yang lain.

    Lelaki muda itu tetap Kasim yang bersahaja. Bahkan setelah wisuda pun, dia kembali ke Waimital demi meneruskan kerja-kerjanya. Setelah beberapa waktu, barulah dia menerima pinangan Universitas Syiah Kuala, Aceh, untuk menjádi dosen di sana hingga pensiun pada tahun 1994. Di Waimital, namanya selalu harum, bahkan diabadikan menjadi nama jalan.

    Di tahun 1982, Kasim mendapatkan penghargaan Kalpataru dari pemerintah untuk jasa-jasanya membangun masyarakat desa déngan wawasan lingkungan hidup. Kasim yang tidak gila pada penghargaan, “membuang” kalpataru itu di bawah kursi dan meninggalkannya begitu saja, hingga akhirnya seseorang mengantarkan kalpataru itu ke rumahnya. Bahkan penghargaan pun bukan menjadí tujuannya.

    Ketika mendapat tawaran untuk study banding ke Amerika serikat, dia menolak. “Untuk apa saya harus ke Amerika yang punya tradisi pertanian berbeda dengan disini?” Katanya.

    Dia selalu menjadi Kasim yang menginspirasi. Kisah hidupnya ditulis ke dalam buku berjudul Seorang Lelaki Dari Waimital yang ditulis Hanna Rambe di tahun 1983, dan diterbitkan Sinar Harapan.

    Seusai pensiun, dia tetap di Aceh dan menjadi aktivis lingkungan. Di masa kini, betapa sulitnya menemukan anak muda yang masih idealis seperti dirinya. Anak muda hari ini berlomba-lomba untuk masuk dunia bisnis, mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, lalu masuk ke lingkaran istana, entah sebagai staf milenial atau sebagai staf menteri. Bahkan para akademisi muda bermimpi jadi dirjen, staf khusus menteri, atau jadi pejabat di BUMN.

    Kasim adalah oase yang serupa mata air selalu menjadi telaga inspirasi yang tak mengering.

    Saat dia diwisuda di tahun 1979, salah seorang rekannya penyair Taufiq Ismail, menulis puisi yang mengharukan tentang Kasim.

    Salah satu baitnya berbunyi:

    Dari pulau itu, dia telah pulang
    Dia yang dikabarkan hilang
    Lima belas tahun lamanya
    Di Waimital, Kasim mencetak harapan
    Di kota kita mencetak keluhan
    (Aku iadi ingat masa kita diplonco dua puluh tahun lalu)
    Dan kemarin, di tepi kali Ciliwung aku berkaca
    Kulihat mukaku yang keruh dan leherku yang berdasi
    Kuludahi bayanganku di air itu karena rasa maluku
    Ketika aku mengingatmu, Sim
    Di Waimital engkau mencetak harapan
    Di kota, kami…
    Padahal awan yang tergantung di atas Waimital, adalah
    Awan yang tergantung di atas kota juga
    Kau kini telah pulang
    Kami memelukmu. ***

    Dari berbagai sumber.
    Editor : SyahidanMh

  • Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir

     

    NATARAGUNG.ID, BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memberikan bantuan beras kepada warga yang terdampak banjir di beberapa wilayah kota Bandar Lampung.

    Bantuan tersebut akan disalurkan langsung oleh BPBP, Dinas Damkar, Pol PP, Camat dan Lurah, Bantuan bertujuan untuk meringankan beban para korban yang saat ini sedang mengalami kesulitan akibat bencana alam tersebut.

    Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan pemkot akan terus berupaya memberikan bantuan dan mendukung proses pemulihan pasca-banjir.

    “Hari ini semuanya turun, membantu membersihkan sisa lumpur di rumah warga yang terdampak banjir,” ujar Wali Kota.

    Selain beras, bantuan berupa sembako dan perlengkapan lainnya juga disiapkan untuk warga yang membutuhkan. Pemkot juga terus bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan banjir dan pemulihan berjalan dengan baik.Selain itu, Bunda Eva sapaan akrab Eva Dwiana menambahkan, Pemkot akan segera memperbaiki fasilitas dan rumah yang rusak akibat banjir.

    “Pendataan rumah yang rusak masih dilakukan, pagi ini tim kembali bergerak mendata dan menyalurkan bantuan,” tutup Eva Dwiana.(Rls)

  • RAPAT PLENO TERBUKA PENETAPAN PASANGAN CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA BANDAR LAMPUNG TERPILIH TAHUN 2024

    NATARAGUNG.ID, BANDAR LAMPUNG — Dandim 0410/KBL Kolonel Arh Tan Kurniawan S.A.P., M.I.Pol, dalam hal ini diwakili Kasdim 0410/KBL Letkol Inf Sofrianes S., S.Ag., M.Han., menghadiri rapat pleno terbuka penetapan Pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bandar Lampung terpilih tahun 2024.

    Pleno penetapan Paslon Walikota dan Wakil Walikota (Hj. Eva Dwiana dan Dedy Amrullah) ini dilaksanakan pada tanggal 9 Januari 2024, bertempat di Ballroom Emersia Hotel Jl. Wolter Monginsidi Kota Bandar Lampung.

    Bertindak sebagai pimpinan rapat, Ketua KPU Kota Bandar lampung Arie Oktara menyampaikan terima kasih kepada stakeholder yang telah berkolaborasi dalam mensukseskan Pilkada Kota Bandar lampung sehingga berjalan dengan sukses, aman dan lancar.

    “Dengan berakhir rapat Pleno terbuka penetapan paslon WaliKota dan Wakil Walikota Bandar lampung tahun 2024 secara resmi di tetapkan,” ucap Arie Octara.

    Turut hadir dalam kegiatan yakni Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Bernat Yuniarta, Ketua Bawaslu Provinsi Lampung diwakili Kordiv Humas dan Datin Ahmad Qohar,S.Sos., Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung Apriliwanda, SH., Wakapolresta Bandar Lampung AKBP Erwin Irawan, Danramil 410-03/TBU Mayor Inf Bagus Setiawan S.Sos, dan Kapolsek Tanjung Karang Barat.(*)

  • KULINER KHAS ORANG JAWA

    KULINER KHAS ORANG JAWA

    nataragung.id – JELAJAH NUSANTARA – Masakan yang dijual oleh orang Jawa sangat terkenal seantero Nusantara. Yang paling terkenal dan mudah ditemukan karena dijual kelililing adalah : bakso, bakmi, soto dan sebagainya.

    Akan tetapi bakso, bakmi dan soto bukanlah masakan asli orang Jawa. Masakan itu adalah hasil kreasi dari orang China yang datang ke Nusantara sejak ratusan bahkan ribuan tahun silam. Cara berjualan dengan gerobak keliling juga diperkenalkan oleh para pedagang China Sudah banyak artikel yang menulis tentang sejarah masakan bakso, bakmi dan soto ini.

    Bukan saja bakso, bakmi dan soto saja yang aslinya dari China. Aneka kuliner lainya seperti Lumpia Semarang, Wedhang Ronde, nasi goreng, capcay, kwetiau bahkan Bakpia khas Jogja itu adalah kreasi asli dari orang China.

    Bagaimana dengan tumpeng?
    Tumpeng juga sebetulnya bukanlah kreasi asli orang Jawa. Tumpeng aslinya berasal dari tradisi bangsa India yang beragama Hindu. Di India nasi berbentuk gunung biasa dihidangkan dalam acara pesta atau kegiatan-kegiatan keagamaan. Nasi yang dibuat gunung tersebut meniru bentuk Gunung Mahameru, Gunung Suci dalam kosmologi Hindu di India, tempat berkumpulnya para Dewa dan Dewi.

    Lalu apa kuliner asli khas orang Jawa?

    Kuliner asli orang Jawa yang benar-benar ASLI terbilang cukuplah ekstrem. Misalnya belatung ayam. Hah belatung ayam? Ya betul belatung ayam.

    Hal ini diungkapkan oleh Raden Ayu Koes Dwayati Soegondo Coleman, yang merupakan cucu langsung dari Bupati Pasuruan, Jawa Timur yang menjabat dari tahun 1883 – 1902 bernama Harjo Soegondo.

    Raden Ayu Koes saat menjadi pembicara dalam sebuah seminar menyebutkan bahwa betul belatung ayam itu dimakan orang Jawa zaman dulu. Jadi ayam setelah disembelih, kemudian jeroanya dikeluarkan dan didiamkan selama seminggu maka akan banyak keluar belatung. Nah belatung inilah yang dimakan. Informasi dari Raden Ayu Koes ini ada beritanya bisa di search saja.

    Selain itu, dokumen arsip dari Perpustakaan Nasional Indonesia juga menyebutkan kuliner khas orang Jawa lainya yaitu memakan kutu. Kebiasaan ini masih bisa dilihat sampai sekarang di berbagai pedesaan orang Jawa. Di mana ada orang tua yang sedang mencari kutu anaknya lalu dimakan. Ini berdasarkan kepercayaan sebagian orang Jawa bahwa kutu yang dimakan bisa menjadi obat. Informasi resmi dari perpustakaan Nasional bisa dilihat pada gambar di bawah.

    Kemudian adalagi cerita dalam Kronik Tionghoa yang isinya tentang kebiasaan kuliner orang Jawa zaman dulu yang suka memakan ulat pohon. Ulat-ulat itu cukup dipanaskan di atas tembaga atau batu yang telah panas oleh api lalu dimakan. Kebiasaan makan ulat seperti ini masih dijumpai pada sebagian masyarakat Jawa di daerah Jawa Timur dan Gunung Kidul, Jogja.

    Selain itu, ada juga yang memakan daging dan darah manusia. Hal ini telah dipraktekan oleh Orang Jawa zaman kuno terutama mereka yang menganut aliran Bhairawa Tantra. Aliran ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Di mana setelah mereka melakukan ritual, mereka juga melakukan semacam pesta s*x dan memakan hidangan yang berasal dari darah dan tubuh manusia.

    Tentang memakan bagian tubuh manusia ini juga ada dalam kisah Cerita Candi Ratu Boko di Jogjakarta. Ratu Boko dikisahkan sebagai seorang penguasa Raja Zaman dahulu yang suka makan daging dan darah manusia.

    Kebiasaan memakan dagung dan darah manusia pada sebagian aliran kepercayaan orang Jawa telah ditinggalkan. Namun, kebiasaan menyantap darah hewan masih sering dijumpai pada sebagian masyarakat Jawa. Darah hewanz biasanya sapi atau wedus biasanya dibekukan, yang dalam istilah orang Jawa disebut SAREN. Hidangan saren sampai kini juga masih favorit bagi orang Jawa di beberapa wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

    Berdasarkan Kronik China, cerita-cerita pelaut Tionghoa menyebutkan bahwa makanan asli orang Jawa zaman dulu terutama kaum rakyat (bukan bangsawan) yang telah disebutkan di atas bisa dikatakan jorok bahkan mengerikan.

    Dari informasi ini kita juga paham, kenapa Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam itu kebanyakan bertugas pada wilayah Orang Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur). Tujuanya adalah untuk memperbaiki ahlak. Dari makananya saja kita sudah bisa meilhat cukup ekstrem belum lagi dari kebiasaan yang lainya.

    Kenapa banyak Walisongo yang bertugas di Jawa Timur dan Tengah, ini mirip kalau kita bertanya : kenapa Nabi banyak diturunkan di daerah Timur Tengah seperti Arab dan sekitarnya. Ya karena orang Arab dan sekitarnya zaman dulu itu ahlaknya hancur, makananya jorok dan budayanya dikenal dengan budaya JAHILIYAH (Bahasa Arab yang bermakna kegelapan atau kebodohan).

    Selain makanan yang telah disebutkan di atas, beberapa makanan Orang Jawa zaman Kuno lainya yang ditemukan dalam catatan asing, naskah atau prasasti diantaranya adalah :

    1. Pecel : zaman dahulu berupa daun-daunan di hutan atau buah tertentu yang direbus lalu diberi bumbu rempah.

    2. Asu tugel: makanan dari anjing yang telah dikebiri,

    3. Karung pulih: makanan dari babi yang dikebiri,

    4. Wdus gunting: makanan kambing muda

    5. Karung pjahaninarajakin i : makanan babi hasil buruan raja.

    6. Iwak taluwah: makanan ikan,

    7. Badawang: makanan dari penyu,

    8. Deng Asin: makanan dari daging yang diasinkan,

    9. Daing Kadiwas: makanan ikan yang dikeringkan,

    10. Harang-harang: makanan yang dipanggang,

    11. Skul Dandananihiniru: nasi yang dimasak dalam dandang dan dikukus,

    12. Skul Matiman: nasi tim,

    Foto : Dokumen arsip resmi dari Perpustakaan Nasional Instagram @perpusnas.go.id

  • MIMBAR JUMAT : Sikap dan Jati Diri Oleh : Ustadz Komiruddin Imron, Lc

    MIMBAR JUMAT : Sikap dan Jati Diri Oleh : Ustadz Komiruddin Imron, Lc

    nataragung.id NATAR – Hidup ini adalah perjalanan panjang. Sepanjang usia yang ditetapkan. Dalam perjalanan yang panjang akan banyak tikunga-tikungan yang kadang tajam, curam dan di sana-sini lobang.

    Tapi tak sedikit juga taman-taman yang penuh semerbak bunga-bunga yang menggoda. Atau oase yang dapat menghilang dahaga dan membuat betah.

    Seorang ksatria (Rijal) itu dapat dilihat dari caranya menentukan sikap (mawaqif) terhadap pilihan pilihan hidup.

    Dalam pribahasa Arab terkenal ungkapan “ARRIJAALU MAWAAQIF”. Jika hal itu menjadi prinsip, maka bertahan dalam prinsip tersebut adalah tuntutan apapun resikonya.
    Tak perduli harta akan melayang atau jabatan harus hilang. Tak akan pernah ada tawar menawar, ragu atau menjualnya dengan harga yang murah.

    Ketika kaum kafir Quraisy kehabisan akal untuk menghentikan lajunya dakwah pada priode Makkah, mereka mendatangi pamannya Abu Thalib. Mereka menawarkan Harta yang banyak, jabatan yang menggiurkan dan wanita wanita yang jelita. Semuanya beliau tolak dengan mengatakan perkataannya yang lantang dan mengguncang tanpa ragu sedikitpun.
    “Wahai pamanku, demi Allah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, supaya aku meninggalkan urusan ini, saya tidak akan meninggalkan nanya walaupun saya harus binasa”.

    Inilah Shuhaib Arrumi, meninggalkan seluruh Harta kekayaannya di Makkah, dan menyerahkannya dengan suka rela kepada orang kafir Quraisy yang mengejarnya
    Mau tahu berapa banyak kekayaannya?. Sebanyak delapan kali lipat kekayaan seseorang yang terkaya dari kafir Quraisy.

    Ketika sampai di Madinah Rasulullah saw langsung menyambutnya dengan perkataan yang jika ditimbang dengan seluruh isi dunia lebih ia sukai. “Beruntunglah perniagaanmu wahai Shuhaib…”

    Inilah Mush’ab bin Umair, seorang pemuda yang parlente, ganteng dan tajir disenang para wanita wanita Mekkah. Ketika masuk Islam, seluruh fasilitas hidup yang disediakan untuknya ditarik dan dilucuti.

    Tidak ada lagi pakaian licin, minyak wangi yang harum semerbak, uang di dompet dan kendaraan kuda yang bagus.

    Semua resiko tersebut ia terima dengan lapang dada. Ia menyadari inilah konsekuinsi atas sikapnya. Tak ada penyesalan sedikitpun. Sampai akhirnya ia meninggal pada perang Uhud, dimana hartanya tidak cukup hanya untuk membeli kain kafan.

    Dan masih banyak lagi contoh dari para sahabat yang teguh memegang prinsip dan berani mengambil resiko.
    Ketika tukang sihir Fir’aun mengetahui hakikat yang sebenarnya, mereka langsung menyatakan keimanannya terhadap nabi Musa di depan Firaun.
    Mereka diancam untuk disalib dengan memotong kaki dan tangan mereka.

    “Demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik, kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya”.(Qs. 7:124)

    Namun mereka tidak pernah takut akan resiko yang akan menimpa mereka akibat sikap yang melukai Firaun.

    Ahli-ahli sihir itu menjawab: “Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali”. (Qs. 7:125)

    “Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami”.
    (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)”. (Qs. 7:126)

    Begitulah sejarah bercerita kepada kita bahwa setiap sikap dan keputusan pasti ada resiko dan harga.

    Maka ketika sesuatu itu sudah kita yakini kebenarannya dan diri kita tenang dengannya, maka sikap yang terbaik adalah bertahan apapun resikonya.
    Sebab di situ ada kebahagian hakiki yang tak dapat ditukar dengan sebesar apapun harta dunia. <->

    Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

  • Pj. Gubernur Lampung Resmi Lepas Operasi Modifikasi Cuaca untuk Cegah Banjir di Provinsi Lampung

    Pj. Gubernur Lampung Resmi Lepas Operasi Modifikasi Cuaca untuk Cegah Banjir di Provinsi Lampung

    nataragung.id, Lampung Selatan – Pj. Gubernur Lampung, Samsudin secara resmi melepas pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), bertempat di Bandara Raden Intan II, Kamis (23/01/2024).

    Langkah strategis ini menjadi yang pertama kali dilakukan di Provinsi Lampung, sebagai upaya inovatif untuk mengurangi risiko bencana banjir dengan melakukan modifikasi cuaca.

    “Ini adalah langkah yang sangat baik dan strategis. Melalui operasi modifikasi cuaca ini, kami berusaha untuk mengatur curah hujan sehingga dapat meminimalkan risiko banjir yang beberapa waktu lalu terjadi di beberapa kabupaten/kota di Lampung. Harapannya, bencana tersebut tidak akan terulang lagi,” ujar Pj. Gubernur dalam sambutannya.

    Pj. Gubernur mengapresiasi terlaksananya upaya penanganan bencana di Provinsi Lampung dengan dukungan penuh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan semua pihak yang terlibat.

    “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BNPB yang telah mendukung sepenuhnya operasi ini, baik secara teknis maupun pendanaan. Proyeksi ini merupakan ikhtiar bersama dalam penanggulangan bencana di tingkat nasional maupun provinsi,” lanjutnya.

    Dalam pelaksanaan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca), Pemerintah Provinsi Lampung berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Danlanud, OPD terkait, serta instansi lainnya.

    Pj. Gubernur menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi ini membutuhkan perencanaan dan ketelitian yang tinggi.

    “Tujuan utama dari operasi ini adalah memberikan hasil nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Lampung. Kita berharap, kejadian banjir sebelumnya cukup terjadi sekali saja. Semoga langkah ini menjadi bagian dari penanggulangan bencana yang lebih komprehensif,” tegas Pj. Gubernur.

    Pemerintah Provinsi Lampung berharap melalui langkah ini, risiko bencana banjir dapat ditekan secara signifikan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Program modifikasi cuaca ini akan menjadi solusi berkelanjutan seperti yang telah diterapkan di beberapa daerah lain, seperti DKI Jakarta.

    “Operasi ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan Jika hasilnya terbukti baik, tentu di tahun-tahun mendatang kami akan terus melanjutkan proyeksi seperti ini. Sebagai contoh, DKI Jakarta dalam beberapa tahun terakhir berhasil mengurangi risiko banjir, yang mungkin salah satunya berkat keberhasilan Operasi Modifikasi Cuaca,” pungkasnya.

    Editor  : Muhammad Arya

  • PEMKOT BANDAR LAMPUNG, PERCEPAT PERBAIKAN TALUD JEBOL AKIBAT BANJIR

    NATARAGUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung melakukan perbaikan jalud jebol akibat bencana bajir beberapa hari lalu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung Dedi Sutioso mengatakan berdasarkan perintah Walikota Bandar Lampung perbaikan talud yang rusak dipercepat.

    “Bunda Eva memerintahkan kami untuk keliling, melakukan perbaikan Talud yang rusak. Perbaikan dilakukan sejak hari minggu, ada yang sudah jadi dan ada juga yang masih di kerjakan,”ungkap dedi kamis 23 januari 2025.

    Dedi menyebutkan, selain memperbaiki talud jembol pihaknya saat ini masih bekerja melakukan pengangkatan sedimen yang terbawa saat bencana banjir beberapa waktu lalu.

    “Ibu Walikota meminta kami untuk mengangkut sedimen menggunakan alat berat. Tim saat ini masih berada di kecamatan teluk betung selatan,”jelas dedi.

    Perbaikan talud yang jebol difokuskan di tempat-tempat yang berdekatan langsung di pemukiman warga.

    “mudah-mudahan setelah di perbaiki ini, jika hujan datang air tak masuk ke pemukiman warga,”tutup Dedi.

    LOKASI PENANGANAN PERBAIKAN PASCA BANJIR DI BANDAR LAMPUNG :

    – Jalan Kepayang sekitar GSG Herman HN

    – ⁠Jalan Kepayang depan rumah berlian tihang

    – ⁠Jalan Jalur 2 Pramuka depan perum bumi puspa

    – ⁠Jalan Pulau Legundi

    – ⁠Jalan Pulau Singkep Pertigaan Pulau Nias Depan TK

    – ⁠Jalan Pulau singkep pertigaan pulau enggano

    – ⁠Gg.Pepes PU depan Hotel Asoka

    – ⁠Jl.Untung Suropati samping Perpusda

    – ⁠Jalan Bumi Manti

    – ⁠Jalan Ki Maja bawah fly over tj.seneng

    – ⁠Samping Polsek Tanjung Seneng

    – ⁠Jalan Pulau Damar

    – ⁠Jalan Yos Sudarso depan Hotel Sahid kampung karawang

    – ⁠Way Lunik ( Lautan Berlian )

    – ⁠Depan Pelindo Panjang

    – ⁠Jalan Zulkarnain Subing Belakang Citra Garden

    – ⁠Jalan Sukarno Hatta Depan Pure Hindu

    – ⁠Jalan Banten depan Kecamatan TBB

    – ⁠Jembatan Pasar Cimeng

    – ⁠Jalan Ikan Sebelah

    – ⁠Jalan Teluk Bone

    – ⁠Jalan Slamet Riyadi 1

    – ⁠Kupang Teba TBU

    – ⁠Perumahan Rajabasa

    – ⁠Jl. Dr. Agus Kel. Panjang

    – ⁠Daerah Purwodadi Belakang Kel. Waylaga

    – ⁠Daerah Gudang Garam TBU

    – ⁠Jalan RE Martadinata TBT

    – ⁠Gg.Persada Depan Mitra 10 Kedamaian

    – ⁠Jl. H.Sarif Kedamaian

    – ⁠Pertigaan Jalan Ahmad Yani Tugu Penganten

    – ⁠Jalan H.Aminta Tanjung Gading

    – ⁠Perumahan Glora Persada Rajabasa Raya

    – ⁠Jalan S.Parman ( Gedung Wanita )

    – ⁠Jalan Sultan Agung MBK

    Kegiatan pekerjaan

    1. Perbaikan Talud di jl. Raden intan samping bank BRI Kel. Tj. Karang Kec. Enggal
    2. Perbaikan Talud di Jl. Hi. Syarif Kel. Kali balau kencana
    3. Perbaikan Talud di jl. Ikan Baung GG. Damai RT. 28 kec. Bumi Waras
    4. Perbaikan Bronjong di jl. Balok sungai way koala Kel. Garuntang
    5. Perbaikan Talud di jl. Yos Sudarso GG. Cimaung Panjang Selatan
    6. Pembersihan Sedimentasi di jl. Ikan bawal pasar gudang lelang Kel. Kangkung
    7. Pembersihan sedimentasi di jl. Pulau Singkep GG. Beo menuju kali prasanti (hari ini selesai 100%)
    8. Pembersihan Sedimentasi di jl. Ratudibalau samping Polsek tj. Seneng
    9. Pembersihan sedimentasi di jl. Yos Sudarso GG. Hj. Fatimah Kel. Way lunik
    10. Perbaikan Talud ambruk di jl. Ikan terbang Kel. Gunung kunyit

    11. Perbaikan Talud pasca Banjir di jl. Moh. Salim Kel. Way Lunik kec. Panjang