Bulan: Januari 2025

  • Merauke, Kota Cantik di Ujung Timur Indonesia

    Merauke, Kota Cantik di Ujung Timur Indonesia

    nataragung.id – JELAJAH NUSANTARA – Kota Merauke adalah kota kabupaten yang terletak jauh di ujung timur Indonesia yaitu Papua.

    Keistimewaannya tidak hanya itu, Kota ini juga merupakan titik terakhir wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara Papua Nugini.

    Penduduk Distrik Merauke pada tahun 2021 berjumlah 103.641 jiwa, di mana laki-laki sebanyak 53.029 jiwa dan perempuan 50.612 jiwa, dengan kepadatan 158 jiwa/km².

    Dari segi demografi, kawasan ini merupakan kawasan yang multi etnis dan agama.

    Suku-suku yang ada di Distrik Merauke berasal dari berbagai suku, termasuk suku asli Papua seperti Asmat, dan juga suku pendatang seperti Jawa, Bugis, Batak, Minangkabau, dan beberapa Tionghoa dan Bali. ***

    Editor : SMh

  • Peringati HUT Ke – 44 Tahun PPM (Pemuda Panca Marga) PD Provinsi Lampung Gelar Bhakti Sosial

    Peringati HUT Ke – 44 Tahun PPM (Pemuda Panca Marga) PD Provinsi Lampung Gelar Bhakti Sosial

    nataragung.id, Bandar Lampung — Dalam rangka memperingati HUT Ke – 44 tahun PPM (Pemuda Panca Marga) PD Provinsi Lampung  mengadakan kegiatan bentuk nyata yang salah satu menyentuh hati masyarakat dengan melaksanakan Bhakti Sosial, Donor Darah bertempat di Gedung  Juang DHD 45, Rabu (22/01/2025).

    Sebagai wujud penerus cita-cita pejuang kemerdekaan Indonesia, juga sebagai penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan  yang terdahulu penerus jiwa patriotisme terhadap negara dan kepedulian kepada warga masyarakat Provinsi Lampung, khususnya warga masyarakat Kota Bandar Lampung.

    Dalam  sambutannya Ketua  Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga Provinsi Lampung, Slamet Riadi, S. Sos,   MM., mengatakan, di usia PPM Ke-44 ini mudah-mudahan dengan jiwa dan semangat nilai juang 45, “Saya mengajak kepada seluruh PPM bersama komponen bangsa lainnya, siap mengawal kepemimpinan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bung Yadi sapaan akrabnya.

    Lebih lanjut dikatakannya dengan moment HUT PPM ini, kegiatan yang bermula dari Ziarah Makam para pejuang di Makam Pahlawan, lalu Upacara  Peringatan HUT PPM  yang dilanjut dengan Potong Tumpeng. Ini saya lakukan demi menunjukkan bahwa, “Saya diberi mandat sementara memimpin PPM Provinsi Lampung telah mampu memberikan contoh yang baik serta benar-benar berada di tengah masyarakat sebagai  penerus pejuang orang tua saya terdahulu,” katanya.

    “Mudah-mudahan PPM selama dimandatkan kepada saya selama ini, ada manfaatnya untuk kita bersama.

    Disisi lain Ketua FKPPI, Toni Eka Chandra yang turut menghadiri kegiatan tersebut, sangat bangga terhadap Ketua Slamet Riadi, mampu mempertahankan nilai para pejuang terdahulu dan terbukti mampu dengan hadirnya seluruh PC-PC Se- Provinsi Lampung untuk datang ke Bandar Lampung dalam suatu kekompakan yang erat, tentunya ini seorang pemimpin jadi cerminan yang baik bagi para anggotanya,” jelas Ketua FKPPI.

    Sementara saat dikorfirmasi  Sekretaris mendampingi  Ketua Panitia Kegiatan  Hk.Darmalis, Hadie Reyandi Chandra mengucap syukur kegiatan HUT PPM Ke-44 dapat  berjalan lancar dan meriah.

    “Alhamdulillah berkat  kekompakan dan dibawah satu Komando Ketua PD Slamet Riadi, kami bisa melaksanakan Bhakti Sosial Donor Darah, ” Karena setetes darah sangat berharga bagi yang membutuhkan, artinya para pendonor telah turut menyambung nyawa bagi yang membutuhkan,” ujar  Hadie.

    Semoga kepemimpinan  dibawah Ketua PD PPM Provinsi Lampung, Slamet Riadi dapat terus berlanjut mengingat telah memasuki usia Musda untuk Provinsi Lampung,” tegasnya.

    Tampak hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Pj Gubernur yang diwakili Kesbangpol Provinsi Lampung, Korem 043/Gatam, perwakilan Brigif 4 Marinir Lampung, perwakilan dari Kodim 0410 Bandar Lampung, Lsm serta para awak media dan seluruh para tamu undangan lainnya.(Red)

  • Dipercepat, Pelantikan RMD – Jihan 6 Februari 2025

    Dipercepat, Pelantikan RMD – Jihan 6 Februari 2025

    nataragung.id, Bandar Lampung –  Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung terpilih, Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela akan dipercepat dari jadwal semula 7 Februari 2025 menjadi 6 Februari 2025.

    Perubahan jadwal tersebut dibenarkan  Kepala Biro Pemerintah dan Otonomi Daerah (Pem-otda) Setda Provinsi Lampung, Binarti Bintang.
    “Iya betul, kami sedang mempersiapkan perubahan jadwal dimaksud,” kata Binarti saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, seprti dilansir dari Rilis.id, Rabu 22 Januari 2025.

    Sebelumnya usulan perubahan jadwal pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung ini disampaikan Mendagri, Tito Karnavian pada Rabu 22 Januari 2025.
    Tito mengusulkan sejumlah opsi pelantikan kepala daerah tanpa sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK).
    Tito mengusulkan gubernur-wakil gubernur terpilih tanpa sengketa MK dilantik pada 6 Februari 2025.

    “Opsi 1, gubernur dan wakil gubernur dilantik Presiden pada Kamis, 6 Februari 2025,” kata Tito.
    Sementara sebelumnya Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Terpilih bakalan dilantik pada 7 Februari 2025 mendatang.
    Sebelumnya Binarti mengungkapkan Pemprov Lampung sudah berkoordinasi dengan Ditjen Otda Kemendagri mengenai jadwal pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung periode 2025-2030.
    Hasil konsultasi dengan Ditjen Otda Kemendagri, belum ada perubahan jadwal pelantikan masih mengacu pada Perpres no 80/2024,” ujar Binarti, Kamis 16 Januari 2025.

    Artinya, pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung itu akan digelar pada 7 Februari 2025.
    Untuk selanjutnya, Pemprov Lampung akan melakukan persiapan terkait pelantikan ini.
    “Akan segera kita tindak lanjuti,” lanjutnya.
    Sementara sebelumnya, DPRD Provinsi Lampung menggelar rapat paripurna pengumuman dan usulan persetujuan pengesahan pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung periode 2025-2030 pada Selasa 14 Januari 2025 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung.

    Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Provinsi Lampung memimpin langsung paripurna ini mengatakan dalam rapat paripurna ini telah menghasilkan persetujuan.
    Di mana pengesahannya akan dikirimkan ke Kemendagri untuk selanjutnya diproses lebih lanjut.
    “Selanjutnya surat akan dikirimkan oleh bagian persidangan karena prosesnya memakan waktu lima hari sejak pengumuman,” jelas Giri.
    Dia juga meminta agar percepatan pelantikan dapat dilakukan. Karenanya setelah pembahasan di Badan Musyawarah langsung digelar paripurna.
    Sementara sampai saat ini belum ada regulasi terbaru terkait jadwal pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung.

    Karenanya DPRD Provinsi Lampung juga masih menggunakan jadwal yang sudah ditetapkan dalam Perpres 80/2024 pada 7 Februari 2025.
    “Namun kami juga masih menunggu kejelasan soal jadwal pelantikan. Karena sampai saat ini masih menggunakan perpres yang lama, jika nantinya ada perubahan kami akan menyesuaikan,” katanya.
    Selanjutnya pelantikan sendiri akan dilakukan ditingkat pusat yaitu Kemendagri. Barulah Gubernur nantinya yang akan melantik Bupati/Walikota.

    Editor  : Muhammad Arya

     

  • Peduli Sesama, Apindo Lampung Beri Bantuan Warga Terdampak Banjir

    Peduli Sesama, Apindo Lampung Beri Bantuan Warga Terdampak Banjir

    nataragung.id, Bandar Lampung – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung memberikan bantuan kepada 75 siswa MAN 2 Bandar Lampung, (22/1). Penyerahan bantuan ini dilangsungkan di MAN 2 Bandar Lampung, setiap siswa menerima beras seberat 5 kg untuk meringankan beban keluarga mereka. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Apindo Lampung terhadap masyarakat yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

    Banjir yang melanda Bandar Lampung pada 16-18 Januari 2025 lalu dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari. Akibatnya, sejumlah kawasan terendam, termasuk wilayah tempat tinggal sebagian siswa MAN 2 Bandar Lampung, yang mengalami kesulitan akibat kerusakan rumah dan terganggunya aktivitas harian.

    Dalam kegiatan tersebut, hadir perwakilan Apindo Lampung, yaitu Adi Susanto (Wakil Ketua Umum), Andri Meirdyan S. (Kabid Perdagangan), Junaedi (Wakil Bendahara Umum), Aji Munawar (Wakil Sekretaris Umum), dan Yulis Setyorini (Kabid UMKM). Mereka disambut langsung oleh Kepala MAN 2 Bandar Lampung, Drs. H. Naufal.

    “Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga siswa yang terdampak banjir. Ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat,” ujar Adi Susanto.

    Kepala MAN 2 Bandar Lampung, Drs. H. Naufal, turut mengapresiasi perhatian dari Apindo Lampung. “Kami sangat menghargai bantuan yang diberikan kepada para siswa kami. Bantuan ini tentu sangat membantu di masa sulit ini,” katanya.

    Dalam kesempatan yang sama Junaedi, Wakil Bendahara Apindo Lampung mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan rasa simpati dan empati serta kepedulian sosial dalam masyarakat.

    “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya di lingkungan yang terdapak banjir” Ujar Junaedi yang merupakan pemilik rumah makan Minang Indah dan Embun Pagi Raya.

    Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Apindo Lampung untuk memberikan kontribusi positif pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya, Tutup Junaedi.

    Editor  : Muhammad Arya

  • Pj. Gubernur Lampung Gelar Malam Ramah Tamah Bersama Gubernur Terpilih dan Menaker, Tegaskan Komitmen Pembangunan Tenaga Kerja Unggul

    Pj. Gubernur Lampung Gelar Malam Ramah Tamah Bersama Gubernur Terpilih dan Menaker, Tegaskan Komitmen Pembangunan Tenaga Kerja Unggul

    nataragung.id, Bandar Lampung — Pj. Gubernur Samsudin menggelar malam ramah tamah bersama Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., di Mahan Agung, Selasa (21/1/2025).

    Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Terpilih, Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela yang bersama-sama menegaskan komitmen untuk mendorong pembangunan tenaga kerja unggul di Provinsi Lampung.

     

    Sebagai salah satu provinsi strategis yang menjadi pintu gerbang Pulau Sumatera, Lampung memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, industri, dan pariwisata.

    Namun, di balik potensi tersebut, Pj. Gubernur Samsudin mengutarakan bahwa Provinsi Lampung juga dihadapkan pada berbagai tantangan seperti peningkatan kualitas tenaga kerja, pengurangan angka pengangguran, serta perlindungan pekerja, khususnya di sektor informal.

    “Melalui sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan pelaku usaha, kami optimis tantangan ini dapat diatasi. Prioritas kami adalah memperkuat pelatihan kerja berbasis kompetensi, memperluas lapangan kerja yang inklusif, dan memastikan hubungan industrial yang harmonis,” ujarnya.

    Pj. Gubernur berharap dengan adanya perubahan status Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Bandar Lampung menjadi Unit Pelayanan Teknis Pusat (UPTP) dibawah pengawasan Kementerian Ketenagakerjaan dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja di seluruh wilayah di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung.

    Pj. Gubernur juga berharap, kerjasama yang erat antara Kementerian Tenaga Kerja dan Pemerintah Provinsi Lampung dapat terus terjalin, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di era globalisasi.

    Menteri Ketenagakerjaan Prof. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D. dalam kesempatannya menjelaskan bahwa salah satu tujuan perubahan status UPTD BLK menjadi UPTP adalah untuk mengoptimalkan fungsi UPTP BLK, bersinergi dengan SMK, perguruan tinggi dan Industri.

    Nantinya, UPTP BLK akan fokus untuk mempersiapkan orang-orang yang siap bekerja dengan kompetensi yang memadai dan berkualitas.

    Menteri Yassierli juga berharap bahwa ke depan UPTP BLK di Provinsi Lampung dapat menjadi Balai yang besar dan profesional di tingkat nasional serta menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas dengan prioritas yang disesuaikan dengan potensi yang ada di Provinsi Lampung.

    Editor  : Muhammad Arya

  • Pemerintah Kota Bandar Lampung Menyalurkan Lagi Bantuan Bagi Korban Banjir

    NATARAGUNG.ID, BANDAR LAMPUNG —Pemerintah Kota Bandar Lampung menyalurkan bantuan bagi korban banjir yang terjadi Jumat lalu, bantuan disalurkan melalui camat dan lurah. Rabu, (22/01/2025).

    Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hj. Eka Afriana, S.Pd menyampaikan selain paket makanan siap saji ada juga kasur, perlengkapan anak-anak, tenda dan selimut.

    Bantuan hari ini diserahkan ke kecamatan dan langsung didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir.

    Plt. Asisten II mengatakan, selain bantuan makanan Pemerintah Kota Bandar Lampung juga melalui Dinas Pendidikan menginfomasikan kepada masyarakat yang terkena banjir bahwa Pemerintah akan membantu apabila terdapat kerusakan ijazah atau hilang terbawa banjir, akan dibantu oleh Dinas Pendidikan. Selain itu juga apabila ada dokumen kependudukan yang hilang dan rusak akan di bantu melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

    Pemerintah Kota Bandar Lampung memberikan kemudahan untuk kepengurusan dokumen dokumen bagi masyarakat yang terdampak banjir.

     

    Ini merupakan instruksi dari Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, untuk seluruh OPD bergerak membantu masyarakat yang terkena musibah dan terus memperhatikan kebutuhan yang diperlukan. Bantuan lain nya akan terus berlanjut dan tersalurkan.(Rls)

  • Pj Gubernur Lampung Apresiasi Bantuan Kemensos RI dalam Penanganan Banjir di Lampung

    Pj Gubernur Lampung Apresiasi Bantuan Kemensos RI dalam Penanganan Banjir di Lampung

    nataragung.id, Bandar Lampung — Penjabat (Pj) Gubernur Lampung, Samsudin, mengapresiasi bantuan dan perhatian Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia terhadap upaya penanganan bencana banjir di Provinsi Lampung

    Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan Kementerian Sosial (Kemensos) telah memberikan bantuan tanggap darurat berupa logistik serta santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia.

    “Kita sudah memberikan santunan kepada ahli waris korban yang meninggal dunia. Kemensos juga sudah memberikan bantuan tanggap darurat berupa logistik, ada kebutuhan-kebutuhan seperti kasur, selimut, makanan, pakaian, dan pada hari ini juga kita akan memberikan tambahan bantuan,” ujar Agus.

    Dalam kesempatan tersebut, Wamensos RI menyampaikan ucapan bela sungkawa dan sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga
    korban bencana banjir yang meninggal dunia, bantuan diterima oleh ahli waris Almarhun Bachtiar dan Almarhum Kusnadi.

    “Pada bencana ini, kita juga memberikan bantuan berupa santunan kepada ahli waris korban meninggal dan juga nanti kita akan memberikan sembako ke titik-titik yang terkena bencana banjir. Jadi perintah Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden masyarakat di bulan Desember sampai bulan Maret ini diminta untuk waspada dan sudah diperingatkan dari jauh hari karena memang curah hujan sedang tinggi,” ujar Wamensos RI.

    Editor  : Muhammad Arya

  • Sosok Gus Irfan Kader Gerindra Yang Dipercaya Sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji di Kabinet Merah Putih

    Sosok Gus Irfan Kader Gerindra Yang Dipercaya Sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji di Kabinet Merah Putih

    nataragung.id – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto membuat gebrakan baru di kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia 2024-2029.

    Dalam kabinet Merah Putih Pimpinan Prabowo-Gibran, presiden melepas dan memisahkan urusan penyelenggaraan ibadah haji dan umroh yang selama ini dikelola oleh Kementrian Agama dan mulai tahun 2026 akan dilimpahkan wewenangnya kepada Sebuah Lembaga yang bernama Badan Penyelenggara Haji (BPH).

    Menurut Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar, Penyelanggaraan Ibadah Haji tahun 2025 menjadi yang terakhir dikelola Kementrian Agama (Kemenag), karena mulai musim haji tahun 2026, haji tidak lagi di kelola Kemenag melainkan akan dikelola oleh Badan Penyelenggara Haji.

    Karena itu Nasaruddin akan meminta jajarannya memberikan yang terbaik dan maksimal agar calon jama’ah haji tersenyum saat kembali ke tanah air.

    “Ini adalah penyelanggaraan ibadah haji terakhir yang akan dikelola Kemenag, jadi kita ingin husnul khotimah. Kita ingin menciptakan senyuman bagi para jama’ah haji Indonesia,” katanya seperti dikutip dari laman Kemenag, Jumat 17 Januari 2025.

    Lantas bagaimana Profil Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan) Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) dalam kabinet Merah Putih?

    Mochamad Irfan Yusuf dilantik menjadi kepala BPH pada tanggal 22 Oktober 2024 di Istana Merdeka Jakarta. Turut dilantik pula Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakil Kepala BPH. Dahnil Anzar Simanjuntak sebelumnya merupakan mantan ketua umum Pemuda Muhammadiyah dan juru bicara Prabowo-Sandi saat Pilpres 2019 dan kembali menjadi juru bicara saat Prabowo menjabat Menteri pertahanan periode 2019-2024. Lantas siapa Sosok Gus Irfan?

    Mochamad Yusuf Irfan atau Gus Irfan lahir pada tanggal 24 Juni 1962. Gus Irfan adalah salah satu ulama terkemuka dari Jombang yang juga dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren.

    Ia merupakan putra dari KH Yusuf Hasyim (Paman KH. Abdurahman Wahid/Gus Dur) dan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari, sehingga mengukuhkan dirinya sebagai bagian dari salah satu keluarga besar NU yang berpengaruh.

    Pendidikan dasarnya ditempuh di daerah asalnya, dan ia menyelesaikan pendidikan di SMPP Jombang (sekarang SMAN 2 Jombang) pada 1981.

    Setelah itu, Gus Irfan melanjutkan studi di Universitas Brawijaya, Malang, dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 1985.

    Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan studi magisternya di universitas yang sama, menambah wawasan akademiknya.

    Sejak 1989, Gus Irfan memegang peran penting sebagai Sekretaris Umum di Pondok Pesantren Tebuireng, pesantren yang didirikan oleh kakeknya, KH Hasyim Asy’ari.

    Pengalaman panjangnya di dunia pesantren membawanya ke posisi Komisaris Utama PT BPR Tebuireng, yang diembannya selama dua dekade, dari 1996 hingga 2016.

    Selain itu, Gus Irfan juga memimpin Pesantren Al-Farros sejak 2006, memperkuat pengaruhnya sebagai pengasuh dan pendidik di lingkungan pesantren.

    Tak hanya berperan di dunia pendidikan agama, Gus Irfan juga aktif dalam bidang ekonomi NU.

    Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), sebuah lembaga yang fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat NU.

    Keterlibatannya di LPNU memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ekonomi umat.

    Di luar dunia pesantren, Gus Irfan juga aktif di dunia politik. Pada 2018, ia terlibat dalam tim pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno sebagai juru bicara, posisi yang ia emban berkat pengalamannya di LPNU.

    Gus Irfan memilih bergabung dengan Partai Gerindra, dan perannya di dunia politik semakin berkembang.

    Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024, Gus Irfan maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari daerah pemilihan Jawa Timur VIII.

    Berkat dukungan kuat dari masyarakat, ia berhasil meraih 77.433 suara dan terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029.

    Namun posisi sebagai anggota DPR RI harus dilepas karena dirinya mendapat tugas baru sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji.

    Editor : SyahidanMh

  • Dibalik Bencana Masih Ada Asa . Oleh : Gunawan Handoko *)

    Dibalik Bencana Masih Ada Asa . Oleh : Gunawan Handoko *)

    nataragung.id – BANDAR LAMPUNG – Hujan deras yang terjadi pada 17 Januari 2025 lalu telah mendatangkan bencana banjir di wilayah provinsi Lampung dan banjir terbesar terjadi di kota Bandar Lampung yang merupakan ibukota provinsi Lampung. Hampir seluruh wilayah Bandar Lampung terendam banjir yang berakibat kerugian dan sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat.

    Penulis bukan hendak memaparkan data tentang berapa banyak warga masyarakat yang kehilangan rumah akibat hancur, terendam air atau hanyut terbawa banjir. Penulis juga tidak tahu secara persis berapa jumlah warga yang terpaksa harus mengungsi secara ’mandiri’, termasuk berapa besar kerugian materiil akibat banjir tersebut. Yang pasti ada dua orang korban meninggal dunia akibat terbawa air dan satu orang lagi akibat tersengat arus listrik.

    Bencana banjir di kota Bandar Lampung yang terjadi selama ini tentu sangat merugikan. Selain melumpuhkan roda perekonomian, kerugian materi yang diderita masyarakat pun sangat tinggi di banding kerugian banjir yang dialami masyarakat di pedesaan. Memasuki hari ke empat terjadinya bencana, kita masih dapat menyaksikan ribuan manusia yang duduk termangu dengan tatapan kosong dan bayi mungil yang kedinginan dalam pelukan ibunya. Sesekali mereka tersenyum menyambut orang-orang baik yang datang menghampiri sambil memberi bantuan.

    Dari perbincangan kecil dapat terbaca bahwa para korban tidak banyak menuntut untuk mendapat pelayanan yang memadai dari Pemerintah, baik masalah tempat pengungsian maupun kebutuhan makan minum dan kesehatan. Mereka lebih memilih pasrah dan masih meyakini bahwa semua ini terjadi karena murkanya Tuhan atau peringatan Illahi kepada umat manusia. Hanya saja yang mereka sesalkan, mengapa bencana banjir ini selalu hadir setiap musim hujan datang, dan mengapa yang menjadi korban adalah kaum yang lemah dan miskin.

    Padahal dalam kenyataan sehari-hari mereka tergolong makhluk yang nrimo, tidak pernah korupsi dan perilaku curang lainnya. Teori apapun, termasuk teoritisasi sastra-sosial yang percaya kepada marxisme tidak akan mampu menjelaskan mengapa mereka yang harus secara terus menerus menjadi pelengkap penderita? Meski harta benda yang mereka miliki menjadi luluh lantak di terjang bencana banjir, namun tetap tegar dan sabar serta masih percaya dengan janji-janji manis penguasa.

    Sebagian dari mereka sangat percaya pada filsafat Cakra Manggilingan yang mengibaratkan hidup ini seperti putaran roda, kadang berada dibawah dan kadang diatas. Meski hanya sebagai aliran filsafat, namun terbukti sangat ampuh dan mampu memberi kekuatan batin, membangkitkan semangat dan harapan bahwa pada suatu saat roda akan berputar ke atas. Hari ini perlu pengakuan secara jujur bahwa kita – terutama Pemerintah – telah banyak melakukan kesalahan di dalam mengelola kota Bandar Lampung ini.

    Permasalahan klasik yang terjadi di kota Bandarlampung selama ini adalah terjadinya banjir pada musim hujan dan kekeringan air pada musim kemarau. Hal ini terjadi karena pertumbuhan penduduk di kota Bandarlampung sangat pesat akibat tingginya arus urbanisasi. Akhirnya jumlah dan kepadatan penduduk tidak seimbang dengan ketersediaan lahan pemukiman yang ada. Akibatnya mereka merambah di lahan-lahan ‘haram’ seperti lereng bukit, bantaran sungai, pinggiran rel kereta api dan tepian pantai. Sementara kemampuan saluran drainase sebagai penampung air limpasan sangat terbatas, bahkan sebagian drainase yang ada di wilayah perkotaan tidak berfungsi dengan baik sehingga memperparah terjadinya banjir.

    Akibat lain, terjadi pula penurunan permukaan air tanah di beberapa tempat akibat adanya penurunan kemampuan tanah untuk meresap air. Yang dilakukan selama ini hanya pengerukan sedimen pada drainase kota yang dibarengi bersih-bersih kali, namun tidak membuat kota Bandarlampung terbebas dari banjir. Pasalnya, banyak diantara bangunan drainase kota yang sudah tertutup dengan plat beton sehingga sulit untuk dilakukan pemeliharaan maupun rehabilitasi.

    Pemkot Bandar Lampung telah kehilangan jejak terhadap bangunan drainase yang ada, baik yang pernah dibangun oleh Pemerintah maupun masyarakat atau pengusaha. Maka menjadi sulit untuk mendeteksi apakah drainase tersebut masih dapat berfungsi untuk menerima limpahan air atau justru sebaliknya, menyumbat aliran air. Langkah darurat yang dilakukan selama ini adalah membuat sodetan-sodetan ditempat yang terjadi banjir. Langkah tersebut hanya mampu untuk mengurangi genangan air yang biasa terjadi di jalan-jalan protokol, sementara banjir yang ada ditengah-tengah wilayah permukiman tidak berkurang. Air hanya berputar-putar di sekitar wilayah itu, karena bingung mau lari kemana.

    Sesungguhnya air itu merupakan rahmat Tuhan yang tidak ternilai besarnya, namun karena tidak dikelola dengan baik, nikmat Tuhan itu justru sering menimbulkan masalah. Akibatnya di musim penghujan selalu terjadi banjir yang disertai longsor dan erosi. Sebaliknya, di musim kemarau di beberapa wilayah kota menderita kekurangan air. Jika kota Bandar Lampung tidak ingin menjadi pelanggan banjir, maka harus berani untuk melakukan perbaikan total atau grand desain terhadap drainase kota. Upaya penanganan yang dilakukan selama ini tidak akan mampu menjawab persoalan besar yang sesungguhnya. Diakui memang bahwa untuk merealisasikannya butuh biaya yang cukup besar. Lebih baik keluar biaya besar namun bisa menuntaskan masalah ketimbang harus keluar biaya pemeliharaan rutin yang hanya mampu mengatasi bencana sesaat.

    Bencana telah terjadi, saatnya kita semua untuk berbenah diri. Ada pesan arif dari para pemerhati lingkungan sejak ratusan tahun lalu, jauh sebelum lingkungan benar-benar mengalami kehancuran. “Manakala sawah dan rawa tidak lagi berfungsi sebagai pengendali air, gunung dan bukit tidak lagi ditumbuhi pepohonan dan berubah dengan rumah-rumah beton dan kaca, maka sesungguhnya kita sedang menuju pada kehancuran lingkungan”.

    *) Pemerhati Masalah Sosial dan Permukiman, tinggal di Bandar Lampung.

  • Terpilih Sebagai Ketua ABR-I Kabupaten Lampung Timur, UG Siap Kolaborasi Dengan APH

    Terpilih Sebagai Ketua ABR-I Kabupaten Lampung Timur, UG Siap Kolaborasi Dengan APH

    nataragung.id, Bandar Lampung – Musyawarah Daerah (Musda) ke-II Dewan Pengurus Daerah (DPD) Yayasan Lembaga Hukum Bela Rakyat atau yang akrab dikenal dengan Advokat Bela Rakyat Indonesia (YLHBR/ABR-I) Kabupaten Lampung Timur (15/01/2025) berjalan dengan baik dan lancar.

    Selanjutnya DPD YLHBR/ABR-I) Kabupaten Lampung Timur, melaporkan hasil Musda tersebut kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP)ABR Indonesia pada Jumat (17/01/2025) di Bandar Lampung.

    Setibanya di kantor DPP ABR Indonesia, rombongan DPD ABR-I Lampung Timur disambut langsung oleh Pendiri dan Ketua Dewan Pembina ABR Indonesia, Hermawan, S.Hi., M.H., CM., yang juga Ketua Umum DPP ABR-I, beserta jajaran pengurus.

    Hermawan, yang akrab disapa Panglima Awan, menyampaikan rasa bahagia dan syukur atas keberhasilan Tim Paralegal ABR Indonesia, yang kini semakin pesat dalam kaderisasi. Dia meyakini, kehadiran ABR Indonesia akan memberikan dampak positif bagi pembangunan hukum di Kabupaten Lampung Timur, hal ini tentu kolaborasi dengan lembaga lain sangat diperlukan seperti LSM, Media dan Ormas aktif di  Lampung Timur.

    “Saya senang dan bahagia atas capaian teman-teman dan sahabat di Lampung Timur,” ucap Hermawan, seraya memberikan Surat Keputusan (SK) guna legalisasi ABR Indonesia di Kabupaten Lampung Timur pada 20 Januari 2025.

    Hermawan, yang juga dikenal sebagai Advokat Muda dan Pencetus Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia Provinsi Lampung, menegaskan bahwa Paralegal dan Advokat yang tergabung dalam ABR Indonesia harus memiliki komitmen kuat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum serta mengadvokasi kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak populis pada semua tingkatan.

    Untung Gunawan, Ketua Terpilih ABR-I Kabupaten Lampung Timur, mengungkapkan bahwa mereka akan tetap tunduk dan patuh pada semua arahan dari DPP ABR Indonesia dan AD/ART.

    “Kami telah mengikuti semua arahan dari pusat, dan kami berharap kehadiran kami dapat bermanfaat bagi masyarakat Lampung Timur, menjadi mitra kritis pemerintah, serta membangun sinergitas dengan lembaga-lembaga lain demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Gunawan.

    Ia juga menambahkan, setelah ini pihaknya akan segera melakukan audiensi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) setempat dan bersiap untuk menyelenggarakan pelantikan. “Langkah ini adalah bagian dari upaya kami untuk semakin dekat dengan masyarakat dan terus memberikan kontribusi nyata dalam membangun hukum yang lebih baik,” tutup Gunawan.

    Editor  : Nova Indriani