nataragung.id – Magelang – Kepatuhan anak dalam melakukan kebiasaan bisa karena ketakutan, bukan berdasarkan kesadaran.
Hal ini terungkap dalam kegiatan parenting bersama dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Tidar Magelang Reza Noormansyah, di PAUD Pandan Wangi, Secang Magelang, Kamis, 30 Juli 2026.

Lebih lanjut, Reza menyampaikan selama ini banyak orang tua luput dalam mendidik anak tidak dengan dialog melainkan instruksi atau perintah.
“Tidak ada koneksi, hubungan emosi antar orang tua dan anak,” katanya.
Akibat dari pola komunikasi yang hanya berbentuk instruksi ini berdampak tidak ada koneksi antar anak dan orang tua. Tidak hubungan emosional. Model ini tentu saja tidak bisa membangun kesadaran.
Menurut Reza orang tua penting memahami strategi komunikasi dalam menanamkan cinta Allah. Ia menawarkan metode Luqman dalan proses memberikan pemahaman ini.
Dalam metode Luqman, kata Reza proses dialog bersama anak dimulai dengan membangun kedekatan (emosional). Orang tua bisa menyapa anak seperti ngobrol dengan seorang teman.
Langkah selanjutnya sampaikan maknanya secara aqliyah. Sampaikan pemahaman yang memuaskan akal. Diberikan jawaban-jawaban yang mudah dipahami oleh anak, menggunakan bahasa anak, dan berbasis pada pengalaman langsung.
“Penanaman ini harus selalu diulang-ulang. Enggak hanya sekali selesai,” ujarnya.
Metode Luqman ini akan menjadikan anak memahami agama bukan hal yang berat. Sebab mereka menjalankan jaran agama yang sedang tinamkan dibangun dengan kesadaran. (MMD).
Keterangan Foto: Reza Noormansyah, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Tidar, Magelang