Skip to content

Portal Berita Natar Agung

Inspirasi Pembangunan, Kemajuan Berkelanjutan

Menu
  • HOME
  • KONTAK KAMI
  • PROFILE PT NATAR AGUNG MEDIA
  • PUBLIKASI PT NATAR AGUNG MEDIA
    • BUKU SUMPAH UPPU TUYUK PUBIAN BUKUK JADI DAN BUAY BELIUK
  • REDAKSI
Menu

Gubernur Lampung Tekankan Perencanaan Inklusif dalam Penyusunan RKPD 2027

Posted on 19 Januari 2026 by adm@nataragung.id

nataragung.id – Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada pengelolaan seluruh potensi ekonomi daerah dalam Kick Off Meeting Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Lampung Tahun 2027, Kamis (15/1/2026).

Dalam sambutannya di Balai Keratun Lantai III, Gubernur menyebut penyusunan RKPD 2027 harus mulai memikirkan target besar pertumbuhan ekonomi Lampung hingga 8 persen serta penurunan angka kemiskinan menjadi 5 persen. Menurutnya, target tersebut hanya bisa dicapai jika pemerintah tidak terpaku semata pada belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Gubernur mengungkapkan, total APBD Provinsi Lampung hingga kabupaten/kota pada 2025 mencapai sekitar Rp32 triliun. Namun, perputaran ekonomi Lampung dalam setahun mencapai sekitar Rp520 triliun, sehingga APBD hanya mewakili sekitar 6 persen dari keseluruhan kapasitas ekonomi daerah.

“Kalau perencanaan kita hanya fokus pada membelanjakan APBD, berarti kita hanya mengatur enam persen ekonomi Lampung. Padahal tugas pemerintah bukan hanya membelanjakan, tetapi juga mengatur agar ekonomi daerah memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menjelaskan, sebagian besar APBD terserap untuk belanja pegawai, sehingga ruang fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi sangat terbatas. Karena itu, peran pemerintah daerah harus diarahkan pada penciptaan regulasi dan kebijakan yang mampu menahan kebocoran ekonomi keluar daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan per kapita Lampung berada di kisaran Rp4–5 juta per bulan. Namun, pengeluaran konsumsi rata-rata masyarakat hanya sekitar Rp1,3 juta per bulan, yang menunjukkan tingginya aliran dana keluar dari Lampung.

“Dari total Rp528 triliun ekonomi Lampung, yang benar-benar beredar dan tersimpan di daerah tidak sampai 30 persen. Inilah penyebab utama kemiskinan, lapangan kerja terbatas, dan daya beli lemah,” kata Gubernur.

Gubernur kemudian menyoroti struktur ekonomi yang tidak inklusif, khususnya di daerah dengan PDRB tinggi tetapi tingkat kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih rendah. Ia mencontohkan sektor perkebunan besar yang bernilai tinggi namun minim keterkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Jangan bangga hanya dengan PDRB tinggi. Kalau pertumbuhan ekonomi tidak dirasakan masyarakat, itu kegagalan perencanaan,” tegasnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan. Dari sekitar Rp150 triliun kontribusi sektor primer Lampung, hanya Rp30–40 triliun yang telah diolah menjadi produk bernilai tambah, sementara sisanya masih dijual dalam bentuk bahan mentah.

Gubernur mencontohkan komoditas kopi, gabah, dan jagung yang selama ini banyak keluar daerah tanpa proses lanjutan. Menurutnya, kebijakan pelarangan pengiriman gabah keluar Lampung melalui peraturan gubernur mampu menahan potensi kebocoran ekonomi hingga Rp13 triliun per tahun.

“Kebijakan ini bukan pakai APBD, tapi dampaknya nyata. Kredit perbankan tumbuh, Rice Milling Unit berkembang, dan ribuan lapangan kerja tercipta,” ujarnya.

Dalam penyusunan RKPD 2027, Gubernur meminta seluruh kepala daerah dan kepala Bappeda kabupaten/kota merancang pembangunan berbasis tujuan (goal-oriented), bukan sekadar daftar proyek. Fokus utama diarahkan pada pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh program pemerintah harus menyasar kelompok masyarakat Desil 1 hingga Desil 4, yang jumlahnya sekitar 880 ribu jiwa di Lampung. Kelompok ini menjadi prioritas utama dalam pengentasan kemiskinan.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Lampung akan membentuk Satuan Tugas Percepatan Pengentasan Kemiskinan dengan target menurunkan angka kemiskinan hingga 5 persen pada 2029. Seluruh program lintas sektor diminta berbasis data terpadu dan terintegrasi.

“Kalau Desil 1 sampai 4 ini kita angkat, kemiskinan selesai. Tugas kita memastikan perencanaan berpihak dan berdampak langsung ke masyarakat,” pungkas Gubernur. (SMh)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Mimbar Jum’at: Taubat Diterima, Konsekuensi Tetap Berlaku.Tadabbur Surat Al-A’raf Ayat 23–25.Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)
  • Ketua Komisi IV DPRD Lampung Apresiasi Rencana Kereta Api Trans Sumatera, Dorong Percepatan Pembangunan
  • Cermin Retak: Apatisme Anak Negeri
  • LSM Pro Rakyat Desak KPK RI Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum Internal Pasca OTT Bupati Pemalang: Dugaan Adanya Jaringan Harus Diungkap
  • BPKH Borong Dua Kategori Penghargaan, Harry Alexander: Teknologi Digital Memudahkan Informasi Haji

Recent Comments

  1. Haseff Sertani Lambar mengenai Tidur Saat Paripurna, Sakit Tanpa Bukti: Teguran Lisan Tak Cukup – Potong Tunjangan Indra Feriza Setahun!
  2. Bahruddin mengenai MUTIARA PAGI : Di Antara Ayat Kursi dan Kursi Dunia. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)
  3. Bahruddin mengenai Mutiara Pagi : Sabar, Shalat dan Khusuk. Kunci Menghadapi Segala Masalah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)
  4. NellyNof mengenai Cermin Retak: Tentang Ibu yang Dimuliakan dan Diabaikan. Oleh : Mukhotib MD *)
  5. ucup mengenai Sabar, Allah Tahu Kamu Mampu. Oleh : Rita Mia Anjani *)

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Juni 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Januari 2024
  • Oktober 2023
  • September 2023

Categories

  • AGENDA DAERAH
  • ARTIKEL
  • BANDAR LAMPUNG
  • BERITA KBNU
  • BERITA UTAMA
  • CANDIMAS
  • EKONOMI DAN UMKM
  • GAYA HIDUP
  • GAYA HIDUP DAN KESEHATAN
  • HIBURAN
  • HIBURAN DAN DUNIA WANITA
  • Humor dan cerita lucu
  • INOVASI DAN TEKNOLOGI LOKAL
  • JATI AGUNG
  • JELAJAH NUSANTARA
  • KHUTBAH JUM'AT
  • Lampung Barat
  • LAMPUNG SELATAN
  • LAMPUNG TENGAH
  • LAMPUNG TIMUR
  • Lampung Utara
  • LAYANAN MASYARAKAT
  • LINGKUNGAN DAN KEBERLANJUTAN
  • Lowongan Pekerjaan
  • MERBAU MATARAM
  • METRO
  • Mimbar Jumat
  • MUTIARA PAGI
  • NASIONAL
  • NATAR
  • OLAH RAGA
  • OPINI MASYARAKAT
  • PEMBANGUNAN DAN INFRASTRUKTUR
  • PEMPROV LAMPUNG
  • PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN SDM
  • PESAWARAN
  • PESISIR BARAT
  • PRINGSEWU
  • PROFIL TOKOH DAERAH
  • RIAU – SUMATERA
  • SEPUTAR DIY & JAWA TENGAH
  • SEPUTAR MASJID
  • SOSIAL DAN BUDAYA
  • TANGGAMUS
  • TANJUNG BINTANG
  • TANJUNG SARI
  • TULANG BAWANG
  • Uncategorized
  • WAY KANAN
©2026 Portal Berita Natar Agung | Design: Newspaperly WordPress Theme